1 ) Pertamina umumkan pemenang lomba sains nasional
http://www.antaranews.com/
Jumat, 4 November 2011 23:07 WIB
Jakarta (ANTARA News) – Pemenang lomba Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina yang terbagi atas dua kategori yaitu “best theory” dan “best presenter” diumumkan pada Jumat di Jakarta.Sebanyak 24 mahasiswa meraih juara pertama, kedua dan ketiga di bidang matematika, fisika, kimia dan biologi untuk kategori pengerjaan soal teori dan kategori penyampaian presentasi dari total 16.500 peserta yang berasal dari perguruan tinggi dan swasta di 33 provinsi di Indonesia. “Melihat antusiasme peserta, Pertamina optimistis akan masa depan Indonesia karena memiliki banyak energi muda,” kata Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina Rukmi Hadihartini yang hadir dalam acara tersebut.Kompetisi tersebut sudah diselenggarakan sejak 2008 hasil kerja sama Pertamina dengan Universitas Indonesia dan merupakan bagian dari “corporate social responsibility” perusahaan energi tersebut untuk untuk pendidikan, dengan total hadiah sebesar 2,8 miliar rupiah. Hadiah tidak hanya diberikan dalam bentuk uang tunai kepada 24 pemenang utama di tingkat pusat tapi juga kepada 396 pemenang mahasiswa lain di tingkat provinsi serta dana pembinaan kepada 24 perguruan tinggi yang dianggap berhasil membimbing mahasiswanya.
…dst
2 ) Pemenang Olimpiade Sains Pendidikan Tinggi Merata
http://edukasi.kompas.com/
Jumat, 4 November 2011 | 22:34 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Pemenang Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina 2011 untuk tingkat perguruan tinggi, dinilai lebih merata. Sebanyak 24 pemenang di bidang matematika, fisika, kimia, dan biologi tidak lagi didominasi mahasiswa dari Pulau Jawa, tetapi juga diraih mahasiswa luar Pulau Jawa. Demikian disampaikan pejabat sementara Corporate Secretary Pertamina, M Harun, dalam malam grand final OSN Pertamina 2011 di Jakarta, Jumat (4/11/2011).Hadir juga dalam acara ini Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim, Pelaksana Harian Rektor Universitas Indonesia M Anis, dan Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina Rukmi Hadihartini. Harun mengatakan, sebanyak 24 pemenang diseleksi dari 132 mahasiswa yang lolos di tingkat provinsi. Pada tahun ini, pendaftar berjumlah 16.565 mahasiswa dari 33 provinsi.
…dst
3 ) Pendidikan Diklaim Memberi Kontribusi Besar
http://www.seputar-indonesia.
Saturday, 05 November 2011
JAKARTA– Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menegaskan bahwa indeks bidang pendidikan Indonesia memberikan kontribusi besar, yakni mencapai 0,584 pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia 2011. Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Bidang Sosial dan Ekonomi Pendidikan Taufik Hanafi mengatakan, dalam laporan United Nation Development Program (UNDP),peringkat Indonesia menurun dari peringkat 108 pada 2010 menjadi 124 pada tahun ini. Hal ini terjadi karena jumlah negara yang diikutsertakan meningkat dari 169 negara pada 2010 ke 187 negara pada 2011. Berdasarkan tiga indeks yang berkontribusi di IPM, indeks kesehatan hanya 0,584 dan ekonomi 0,518.”Jadi kalau ada pemahaman seakan-akan pendidikan melorot itu tidak benar karena data yang tersedia tidak menyatakan seperti itu,” katanya di Gedung Kemendikbud kemarin. Taufik juga menjelaskan, UNDP memakai kategori pengukuran rata-rata lama sekolah Indonesia 5,8 tahun sedangkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan 7,92 tahun.
…dst
4 )Indeks Pembangunan Manusia Indonesia Meningkat
http://edukasi.kompas.com/
Jumat, 4 November 2011 | 17:17 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Bidang Sosial dan Ekonomi Pendidikan Taufik Hanafi mengatakan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia terus mengalami peningkatan. Walau pun, dalam laporan United Nation Development Program (UNDP) peringkat Indonesia melorot ke peringkat 124. Ia mengungkapkan, pada tahun 2010 IPM Indonesia berada di peringkat 108, dan pada tahun ini melorot ke peringkat 124. Hal itu terjadi karena ada jumlah negara yang masuk dalam penghitungan meningkat, dari 169 negara (2010), menjadi 187 negara (2011).Menurutnya, negara yang masuk dalam perhitungan UNDP selalu berubah karena terkait dengan ketersediaan data. Indonesia sendiri sudah bergabung sejak tahun 1980-an.”Dinamika jumlah negara dari waktu ke waktu akan mengalami perubahan. Termasuk jika metodologinya berubah, karena harus menyajikan data yang berbeda,” kata Taufik, Jumat (4/11/2011), di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.
…dst
5 ) IPM Indonesia Melorot
Seharusnya Pemerintah Introspeksi
http://www.mediaindonesia.com/
Jumat, 04 November 2011 22:21 WIB
JAKARTA–MICOM: Melorotnya peringkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia dari posisi 108 dari 169 negara pada 2010 ke posisi 124 dari 187 negara pada 2011 hendaknya dapat dijadikan sebagai ajang introspeksi bagi pemerintah. Saat ini indeks komposit IPM Indonesia hanya 0,617, sementara rata-rata IPM negara-negara se-Asia Pasifik telah mencapai 0,671. Artinya, indeks komposit IPM Indonesia jauh di bawah rata-rata IPM kawasan Asia Pasific.Dari sini dapat disimpulkan bahwa pembangunan IPM negara-negara Asia Pasifik telah melesat jauh sementara pembangunan IPM Indonesia masih berjalan di tempat.”Anjloknya peringkat IPM Indonesia sempat membuat kita terbelalak. Sebaiknya laporan ini dijadikan sebagaiwarning dan introspeksi bagi kita semua,” ujar Sekretaris Utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sudibyo Alimoeso dalam perbincangan dengan Media Indonesia, Jumat (4/11).
…dst
6 ) Korupsi, 5 Kampus, Kementerian Berjanji Transparan
http://www.tempointeraktif.
SABTU, 05 NOVEMBER 2011 | 04:48 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berjanji akan bersikap transparan atas penyelidikan proyek pengadaan laboratorium di lima kampus oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Wakil Menteri Pendidikan Musliar Kasim mengatakan, karena KPK sudah menyelidikinya, pihaknya tidak akan masuk lagi untuk melakukan evaluasi. “Tapi kami akan mengakomodasi KPK dengan data yang dibutuhkan,” kata Musliar saat dihubungi kemarin. Pelaksana tugas Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan itu juga menegaskan tidak akan melindungi pegawai ataupun pejabat Kementerian jika memang terbukti bersalah. “Kami siap membantu,” ujarnya. KPK mengembangkan penyelidikan proyek pengadaan laboratorium di lima perguruan tinggi negeri. Kelima kampus itu adalah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten; Universitas Negeri Malang; Universitas Sriwijaya, Palembang; Universitas Negeri Jakarta; dan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Dalam penyelidikan itu, komisi antikorupsi telah memeriksa Wayan Koster, anggota Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat, pada Rabu lalu. Setelah diperiksa, Wayan, yang juga anggota Komisi Olahraga dan Pendidikan DPR, menyatakan diminta menjelaskan kebijakan komisinya dalam alokasi anggaran negara untuk proyek laboratorium riset di kampus negeri selama 2009-2010.
…dst
7 ) Anggota DPR: Pendidikan gratis tidak pernah tercapai
http://www.antaranews.com/
Jumat, 4 November 2011 17:55 WIB
Banda Aceh (ANTARA News) – Anggota Komisi X DPR RI Raihan Iskandar mengatakan bahwa pendidikan gratis yang dicanangkan pemerintah tidak tercapai karena masih ada pungutan dana di sekolah.”Buktinya saja, masih ada pungutan bagi anak didik. Kalau pungutan masih saja ada, ini sama pendidikan itu belum bebas biaya,” katanya di Banda Aceh, Jumat.Ia mengatakan, pendidikan gratis yang diterapkan di jenjang sekolah dasar harus dibenahi, sehingga masyarakat benar-benar menyekolahkan anaknya tanpa mengeluarkan uang satu rupiah pun.Kalau masalah ini sudah dibenahi, kata dia, barulah bisa diterapkan di jenjang pendidikan menengah seperti yang direncanakan pemerintah. Kalau tidak, pendidikan gratis tersebut hanya menjadi angan-angan.”Selama ini yang digratiskan hanya uang sekolah, sedangkan yang lain tidak. Padahal, pendidikan gratis itu menyeluruh. Artinya, orang tua tidak perlu memikirkan biaya sekolah anaknya,” kata dia.
…dst
8 ) Enam Negara Ikuti Konferensi Pendidikan Karakter
http://edukasi.kompas.com/
Jumat, 4 November 2011 | 16:32 WIB
YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Perwakilan dari enam negara akan mengikuti International Conference on Character Education (Konferensi Internasional Pendidikan Karakter) di Universitas Negeri Yogyakarta, pada 8-9 November 2011. Keenam negara yang akan terlibat dalam konferensi itu adalah Australia, Malaysia, Amerika Serikat (AS), Belanda, Iran, dan Indonesia. “Konferensi itu akan membahas mengenai perkembangan dan strategi penerapan pendidikan karakter di berbagai negara,” kata Ketua Panitia Konferensi Internasional Pendidikan Karakter, Suwarsih Madya, di Yogyakarta, Jumat (4/11/2011)
…dst
9 ) Pendidikan Karakter Dinilai Belum Optimal
http://www.seputar-indonesia.
Saturday, 05 November 2011
YOGYAKARTA – Pendidikan karakter di Indonesia hingga saat ini dinilai belum optimal. Terbukti masih banyak dijumpai tindakan atau perbuatan yang melanggar norma maupun aturan yang ada di masyarakat, khususnya dalam hal kejujuran. Misalnya menyontek massal dan plagiatisme skripsi maupun disertasi. Bahkan ada orang tua yang bangga dapat memasukkan atau mendapatkan hal yang mestinya bukan haknya, seperti surat izin mengemudi (SIM) bagi anak padahal umurnya belum memenuhi syarat. “Ini salah satu bukti,pendidikan karakter bagi anak didik kita belum optimal,”kata guru besar UNY Suwarsih Madya kemarin Belum optimalnya pendidikan karakter, selain karena kesadaran masih sangat rendah, juga disebabkan sumber daya manusia (SDM),baik pendidik, peneliti, dan pemangku jabatan yang belum memadai.
…dst
10 ) Indonesia Hanya Punya 31 Dokter Ahli Nuklir
http://edukasi.kompas.com/
Jumat, 4 November 2011 | 13:41 WIB
BANDUNG, KOMPAS.com – Meski telah diakui keberadaannya oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 1996 lalu, keberadaan dokter ahli nuklir di Indonesia masih sangat sedikit. Jika ditotal, saat ini, Indonesia hanya memiliki 31 dokter ahli nuklir. “Sampai saat ini, negara kita hanya memiliki 31 orang dokter ahli nuklir,” kata Ketua Perhimpunan Kedokteran Nuklir Indonesia (PKNI) Dr A Hussein S Kartamihardja SpKN, pada “Seminar dan Pertemuan Ilmiah Tahunan Kedokteran Nuklir”, di RS Pendidikan Universitas Padjajaran, di Bandung,, Jumat (4/11/2011). Hussein mengatakan, minat masyarakat Indonesia untuk menjadi seorang dokter ahli atau spesialis nuklir memang masih rendah jika dibandingkan dengan dokter ahli lainnya, seperti ahli bedah atau pun anak. “Bahkan tahun 1996, saat pemerintah Indonesia mulai mengakui keberadaan dokter ahli nuklir, jumlahnya itu hanya 21 orang dan itu pun mereka-mereka yang menempa ilmu dokter ahli nuklir yang sekolah di luar negeri kemudian diputihkan,” kata Hussein.
…dst
11 ) Lembaga Penelitian
Status Lembaga Eijkman Belum Jelas
http://edukasi.kompas.com/
Jumat, 4 November 2011 | 09:21 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Sejak diaktifkan lagi tahun 1992, status Lembaga Biologi Molekuler atau LBM Eijkman berupa satuan kerja yang bertanggung jawab kepada Menteri Riset dan Teknologi. Hanya 10 persen pegawainya berstatus pegawai negeri sipil, itu pun PNS lembaga lain yang bertugas di Eijkman.”Kementerian sedang mengupayakan agar statusnya menjadi lembaga penelitian non-kementerian (LPNK),” kata Staf Ahli Menristek Bidang Kesehatan dan Obat Amin Soebandrio, saat mendampingi Menristek Gusti Muhammad Hatta mengunjungi LBM Eijkman di Jakarta, Kamis (3/11). Status baru itu diharapkan terwujud sebelum 2014. Itu akan menyejajarkan LBM Eijkman dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
…dst
12 ) “LIPI Expo” akan Digelar di Bidakara
http://www.pikiran-rakyat.com/
Jumat, 04/11/2011 – 20:14
JAKARTA, (PRLM).- Penyelenggaraan “LIPI Expo 2011″ dengan tema “Bakti LIPI untuk NKRI” akan digelar pada 7 – 9 November 2011 di Hotel Bidakara, Jakarta. Acara pembukaan direncanakan berlangsung di Istana Wakil Presiden.Kepala Biro Kerjasama dan Pemasyarakatan Iptek Lembaga Ilmu Pengetaahuan Indonesia (LIPI) Bogie Soedjatmiko Eko Tjahjono menjelaskan, “LIPI Expo” akan diisi dengan pameran hasil penelitian unggulan LIPI yang terdiri dari 12 klaster/kelompok. Terdiri dari, kelompok iptek untuk daerah, ketahanan pangan, teknologi obat-obatan dan kesehatan, teknologi hijau.
…dst
13 ) Jangan Korupsi Anggaran Pendidikan!
http://edukasi.kompas.com/
Jumat, 4 November 2011 | 14:58 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerhati pendidikan, Anita Lie, mengatakan, bidang pendidikan adalah sektor yang paling berperan untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat. Pendidikan, kata Anita, juga dapat mencegah konflik horizontal yang belakangan ini marak terjadi. Oleh karena itu, Anita mengungkapkan, pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, harus memastikan bahwa sektor pendidikan bisa ditingkatkan dengan anggaran yang tersedia dan digunakan semestinya, tanpa korupsi. Menurut Anita, membangun pendidikan yang bermutu dapat diwujudkan jika dana yang telah dialokasikan dipergunakan sesuai peruntukannya. Untuk itu, pengawasan ketat di lapangan perlu dilakukan.
…dst
14 ) Mahasiswa Indonesia Bawa 18 Karya
http://www.pikiran-rakyat.com/
Jumat, 04/11/2011 – 21:11
BANDUNG,(PRLM).- Tak kurang dari 18 karya ciptaan mahasiswa dan para profesional asal Indonesia akan bersaing dalam kompetisi internasional Asia Pasific ICT Alliance (APICTA) Awards, di Thailand yang berlangsung 8-11 November mendatang. Karya-karya dalam bidang ICT ini akan bersaing bersama ratusan karya lainnya dari berbagai negara se-Asia Pasifik.Ketua Delegasi Indonesia Didik Partono saat dihubungi Jumat (4/11) menjelaskan, akan ada 15 negara yang ikut serta dalam ajang bergengsi ini. Selain Indonesia, peserta berasal dari Malaysia, Singapura, Thailand, Australia, Brunei Darrusalam, Srilangka, Hongkong, dan beberapa negara Asia Pasifik lainnya. “Dalam kompetisi nanti ada 17 kriteria yang dipertandingan. Ratusan karya yang ikut serta. Bukan hanya mahasiswa, ada juga kalangan profesional yang ikut. Semuanya campur, bukan hanya perorangan tetapi juga dalam bentuk tim,” ujarnya. Peserta dari Indonesia sendiri, kata Didik, berasal dari mahasiswa dan juga profesional. Setidaknya ada lima universitas yang ikut serta dalam ajang ini. Tiga di antaranya merupakan kampus asal Bandung Jawa Barat. “Ada Universitas Komputer Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Telkom, Bina Nusantara, dan Amikom Yogyakarta. Sisanya dari berbagai kalangan profesional,” katanya.
…dst
15 ) Kok Bisa? Jadwal Wisuda Untirta Terus Diundur, Calon Wisudawan Resah
http://www.republika.co.id/
Jumat, 04 November 2011 15:16 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sejumlah calon wisudawan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten, mengaku resah karena ketidakpastian acara wisuda yang terus diundur selama satu bulan terakhir ini. “Tanggal wisuda terus mengalami pengunduran, dari rencana semula pada awal November. Namun hingga kini belum ada kepastian,” ujar salah seorang calon wisudawan dari Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (FT Untirta), Iwan, di Jakarta, Jumat. Iwan mengaku menurut rencana semula, wisuda akan dilakukan pada 4 November, namun kemudian diundur menjadi 10 November. Tak lama berselang, terdengar kabar kalau wisuda diundur menjadi 12 November. “Kemarin, baru dapat kabar wisuda akan dilangsungkan pada 15 November,” sebut dia. Dia mengkritisi pegawai universitas yang menyandang status negeri 10 tahun terakhir ini, dengan mengatakan pola pikir pegawai yang masih dangkal dengan membayangkan mahasiswa hanya berasal dari dari wilayah sekitar.
…dst
16 ) UGM Hasilkan 1.500 Buah Melon
http://kampus.okezone.com/
Jum’at, 04 November 2011 18:07 wib
YOGYAKARTA – Sekira 1.500 buah melon jenis Gama Melon Basket (GMB) serta Melodi Gama 1, yang ditanam di Kebun Pendidikan, Penelitian, dan Pengembangan Pertanian Universitas Gajah Mada (KP4 UGM). Dari sejumlah itu 500 buah merupakan jenis Melodi Gama dan sisanya jenis GMB. Koordinator panen melon Taufiqurahman menuturkan, panen melon tahun ini merupakan yang kedua setelah sebelumnya dilakukan pada Juni lalu. “Bedanya, untuk panen Juni hasilnya kurang memuaskan karena kondisi tanahnya yang kurang bagus. Akibatnya, berat melon yang dipanen kurang maksimal sekitar 1,5 kg. Untuk yang kita panen kali ini melonnya lebih besar dibanding yang bulan Juni karena kondisi tanahnya yang bagus dan iklim yang mendukung” kata Taufiqurahman, yang dilansir laman, Jumat (4/11/2011).
…dst
17 ) ITS Sosialisasikan Teknik Laporan Keuangan Internasional
http://kampus.okezone.com/
Jum’at, 04 November 2011 19:00 wib
SURABAYA – Biro Administrasi Umum dan Keuangan (BAUK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bekerja sama dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menggelar In House Training, Jumat (4/11/2011). Kegiatan tersebut mensosialisasikan teknik penyusunan laporan keuangan berbasis Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Menurut salah satu panitia acara, Agus Dwi Purwalastono mengatakan, mewujudkan tata kelola administrasi dan keuangan yang berstandar global menjadi tujuan utama dalam kegiatan yang diikuti oleh sedikitnya sepuluh perguruan tinggi dan Badan Layanan Umum (BLU) ini. “Kegiatan ini mensosialisasikan bagaimana laporan keuangan yang sesuai dengan IFRS (International Financial Report Standard, red),” jelas Agus, seperti disitat laman ITS, Jumat (4/11/2011).
…dst
18 ) Model Pengelolaan Sampah ITB Bisa Diterapkan di Bandung
http://kampus.okezone.com/
Jum’at, 04 November 2011 17:03 wib
BANDUNG – Model rumah pengelolaan sampah (RPS) Institut Teknologi Bandung (ITB) bisa ditiru secara komunal. Tiap 1.000 kepala keluarga di Bandung, bisa membuat model pengelolaan sampah secara mandiri tersebut. Pengelolaan sampah secara mandiri ini artinya tidak tergantung kepada dinas kebersihan kota. Dari sampah juga bisa dihasilkan barang-barang daur ulang dan pupuk organik yang bisa dijual. Maka, RPS ITB yang sudah berjalan selama lima tahun kini bisa mandiri, bahkan mampu menyerap tenaga kerja.Ahmad (41), salah seorang pegawai RPS ITB, mengaku digaji Rp1,1 juta per bulan dengan waktu kerja enam hari dalam satu minggu. Dia bertugas sebagai tenaga pembakar sampah yang tidak dapat didaur ulang seperti berbagai jenis kantung plastik.
…dst
19 ) ITB Serap Sampah Kota Bandung 0,5-1%
http://kampus.okezone.com/
Jum’at, 04 November 2011 10:06 wib
BANDUNG – Setelah tempat pembuangan akhir (TPA) Leuwi Gajah di tutup, Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi salah satu institusi yang kelabakan menangani sampah. Pasalnya, total volume sampah ITB per hari mencapai 20 hingga 40 meter kubik. Angka ini setara 0,5-1 persen dari total sampah di Kota Bandung. Kini, ITB boleh berbangga karena tidak lagi “menyumbang” 0,5-1 persen sampah ke Kota Bandung. Pasalnya, pasca longsornya TPA Leuwi Gajah, ITB membangun Rumah Pengelolaan Sampah (RPS). Tempat pengelolaan sampah yang berdiri sejak 2007 merupakan besutan Nyoman P Aryanta, dosen Sekolah Tinggi Ilmu Hayati (SITH) ITB.
…dst
20 ) UB Dipercaya Kembangkan Perangkat Lunak Ponsel
http://kampus.okezone.com/
Jum’at, 04 November 2011 16:05 wib
MALANG – Universitas Brawijaya (UB) mendapat kepercayaan untuk mengembangkan perangkat lunak untuk telepon seluler (ponsel) besutan salah satu vendor ponsel tersebesar di Indonesia.Oleh sebab itu, Nokia Indonesia mengunjungi UB dalam rangka membuka wacana agar mahasiswa menjadi developer atau pengembang software. Manajer Developer Nokia Indonesia Upik Sidharta mengungkapkan fakta, Indonesia telah menjadi negara ketiga setelah Republik Rakyat China dan India dalam jumlah download aplikasi terbanyak di dunia yang disediakan Nokia.
…dst
21 ) UNS Ajukan Rp 1,5 M untuk Kewirausahaan Mahasiswa
http://suaramerdeka.com/v1/
05 November 2011
SOLO – Untuk pengembangan kewirausahaan, Universitas Sebelas Maret (UNS) akan mengajukan anggaran dana hibah sebesar Rp 1,5 miliar. Dana itu diharapkan bisa diperoleh dari Dirjen Pendidikan Tinggi Kemdikbud.”Kami memperoleh dana itu sebesar Rp 1 miliar pada 2009, kemudian naik Rp 1,5 miliar pada 2010, namun tiba-tiba turun hanya Rp 750 juta pada 2011,” kata Kepala Pusat Pengembangan Kewirausahaan (PPKWu) UNS Ir Eddy Tri Haryanto, kemarin.Dia mengatakan, dana itu digunakan untuk membantu mengembangkan wirausaha mahasiswa. Mereka yang ingin menjadi pebisnis sejak kuliah, sudah diarahkan dengan bimbingan khusus kewirausahaan.
…dst
22 ) Kalbis Institut Hilangkan Gap Industri & Lulusan PT
http://kampus.okezone.com/
Jum’at, 04 November 2011 14:02 wib
JAKARTA – Kepedulian akan pendidikan yang lebih baik bagi generasi muda bangsa membuat Yayasan Pendidikan Kalbe (YPK) mendirikan lembaga pendidikan yang berorientasi menciptakan lulusan yang siap kerja di dunia industri global. Adapun untuk menyediakan manajemen pendidikan yang berkualitas, YPK menggandeng Universitas Bina Nusantara (Binus) mendirikan Kalbis Institute. Ide tersebut datang dari suatu hasil diskusi karena saat ini terdapat gap atau jurang pemisah antara pendidikan di Indonesia dan kebutuhan industri global.”Lapangan pekerjaan yang tersedia cukup banyak, namun pengangguran juga semakin bertambah,” kata Ketua YPK, Lika dalam keterangan tertulisnya kepada okezone di Jakarta, Jumat (4/11/2011).
…dst
23 ) Terbuka, Peluang Lulusan Kesehatan Bekerja di Jepang
http://suaramerdeka.com/v1/
05 November 2011
SEMARANG- Peluang mahasiswa lulusan kesehatan untuk bekerja di Jepang kini terbuka lebar. Tiap tahun Jepang membutuhkan 100.000 pekerja kesehatan sebagai perawat di rumah sakit maupun sebagai care worker khusus lansia di panti jompo. Hal ini harus ditangkap mahasiswa kesehatan untuk meningkatkan kompetensi diri sesuai dengan standar Jepang.”Ini peluang yang harus dimanfaatkan dengan baik, dengan terus meningkatkan kemampuan terutama bahasa asing,” kata Ketua Stikes Widya Husada dokter Sulaeman SpA MM MKes MMR di sela-sela acara tes kompetensi 15 calon tenaga kerja kesehatan ke Jepang, di Kampus Stikes Widya Husada Krapyak, Semarang, kemarin.Sulaeman mengatakan, tenaga kerja kesehatan Indonesia sangat diminati Pemerintah Jepang, sebab kemampuannya sudah teruji dan mempunyai sikap sopan santun yang tinggi,” ungkapnya.
…dst
24 ) 56 Mahasiswa Ubhara Dapat Beasiswa Rp7 Juta per Semester
http://kampus.okezone.com/
Jum’at, 04 November 2011 13:03 wib
SURABAYA – Sebanyak 56 Mahasiswa Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya menerima beasiswa sebesar Rp7 juta per semester. Beasiswa itu digelontorkan dari Biro Perencanaan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.Dari jumlah itu, sebanyak 19 mahasiwa yang mendapatkan beasiswa dari semester tiga hingga delapan. Sementara mahasiswa yang mendapat beasiswa dari semester satu hingga delapan sebanyak 37. “Mereka adalah mahasiswa kelas International yang selanjutnya akan melanjutkan pendidikan semester akhir di Univesitas Rajamangala, Thailand,” Rektor Ubhara, Suharto di Kampus Ubhara, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Jumat (4/11/2011).
…dst
25 ) 1.000 Sarjana Pendidik Berebut Beasiswa Profesi Guru
http://kampus.okezone.com/
Jum’at, 04 November 2011 12:02 wib
JAKARTA – Sekira 1.000 sarjana pendidik akan mengikuti tes tulis seleksi Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T) di Universitas Negeri Semarang (Unnes) pada Senin, 7 November 2011.Dari sekira 1.000 peserta tersebut akan diseleksi menjadi 300 sarjana kependidikan yang akan mengajar selama satu tahun di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nangroe Aceh Darussalam. Selama masa pengabdian itu, mereka akan mendapatkan biaya hidup Rp2 juta per bulan dengan jaminan asuransi. Selanjutnya, mereka akan mendapatkan beasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG).
…dst
26 ) Lagi, Penipuan Via SMS Menimpa Unpad
http://kampus.okezone.com/
Jum’at, 04 November 2011 11:30 wib
BANDUNG – Penipuan berkedok SMS kembali menimpa Universitas Padjadjaran (Unpad) setelah sebelumnya pernah muncul aksi penipuan melalui pesan singkat dengan sasaran guru besar dan dosen. Kali ini aksi penipuan yang sama terjadi pada mahasiswa Unpad. SMS yang mengatasnamakan Pembantu Rektor Bidang Akademik Unpad itu, meminta mahasiswa untuk menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat (Kadisidik Jabar) perihal seminar yang akan digelar oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti).Berikut bunyi SMS tersebut; “Yang terhormat X (nama mahasiswa). Segera hub bpk Dr. H. M. Wahyudin Zarkasyi, Sk Kadisdik Jabar: 08***********. Perihal: Seminar Gratis Dari Dikti (Dari PR I Unpad).”, demikian yang dilansir laman Unpad, Jumat (4/11/2011).
…dst
27 ) Jumlah Mahasiswa Indonesia Terbanyak ke-8 di Jepang
http://kampus.okezone.com/
Jum’at, 04 November 2011 15:03 wib
JAKARTA – Jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar pada tahun 2010 mencapai 2.190 orang. Jumlah itu menempati urutan kedelapan, setelah China, Korea, Taiwan, Vietnam, Malaysia, Thailand, dan Amerika Serikat.Hal tersebut diutarakan Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia Yoshinori Katori saat menyampaikan kuliah umum di Universitas Hasanuddin (Unhas) baru-baru ini. Dia mengatakan, jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun 1997 yang hanya 1.070 orang. “Sementara itu, jumlah orang yang belajar bahasa Jepang di Indonesia 720 ribu orang, menempati peringkat ke-3 di seluruh dunia. Berarti, lima orang yang belajar bahasa Jepang di luar negeri, salah satunya adalah orang Indonesia,” kata Katori, yang kutip laman Unhas, Jumat (4/11/2022).
…dst
28 ) RUU PT Tak Jamin Pendidikan Murah
http://suaramerdeka.com/v1/
05 November 2011
JAKARTA – Rancangan Undang-undang Perguruan Tinggi (RUU PT) yang dicetuskan DPR awal April 2011, merupakan bentuk kebijakan liberalisasi pendidikan tinggi secara menyeluruh.Sekretaris Jendral Front Mahasiswa Nasional (FMN) Muh Hasan Harry Sandy mengatakan, kondisi objektif dan kenyataan di lapangan terhadap pendidikan tinggi sejak 2001 hingga sekarang mengalami degradasi atas tujuan utama penyelenggaraan pendidikan. Hal itu ditandai dengan tingginya biaya pendidikan tinggi yang harus dibayar rakyat.”Kondisi ini tergambat pada tahun ajaran 2011/2012, untuk registrasi setelah melewati ujian baik yang diselenggarakan secara nasional (SNMPTN) maupun ujian mandiri, setiap peserta didik harus membayar Rp 7,5 juta – Rp 250 juta,” katanya di Jakarta, kemarin.
…dst
29 ) Forum Honorer Indonesia Beraudiensi ke Kemdikbud
http://www.kemdiknas.go.id/
11/04/2011
Jakarta — Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDM dan PMP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Syawal Gultom menerima kunjungan 40 orang guru anggota Forum Honorer Indonesia (FHI) di ruang kerjanya Kamis (3/11). Ketua FHI Nur Aini menanyakan tiga persoalan yang menjadi sumber kebingungan anggotanya. Persoalan itu adalah mengenai sertifikasi guru, pendidikan profesi guru (PPG), dan tunjangan kesejahteraan. Untuk masalah sertifikasi, Nur Aini menilai tenaga guru honorer kurang diperhatikan. Selama ini, prosedur sertifikasi hanya untuk guru pegawai negeri sipil (PNS) dan swasta. Sedangkan, guru honorer di sekolah negeri belum tersentuh. Nur Aini juga berpendapat, PPG yang merupakan pengganti dari Akta 4, tidak disosialisasikan dengan baik ke guru honorer. “Kami hanya mengetahui PPG memberikan beasiswa selama dua tahun bagi guru yang mengikutinya, tapi prosedurnya seperti apa kami tidak tahu.” ujarnya.
…dst
30 ) 180 Ribu Guru Honorer Terancam Tidak Diangkat
http://kampus.okezone.com/
Jum’at, 04 November 2011 08:09 wib
JAKARTA – Sebanyak 180 ribu guru tenaga honorer yang tidak diangkat menjadi tenaga kontrak oleh pemerintah daerah terancam bakal gagal jika Peraturan Pemerintah (PP) pasal tentang pengangkatan guru honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) direvisi. Hal tersebut diutarakan Ketua Forum Honorer Indonesia Nuraini. Dia berkomentar, yang menjadi perdebatan mengenai tenaga pengajar honorer selama ini adalah 30 persen dari 600 ribu atau sebanyak 180 ribu guru honorer kategori dua (K2) yang tidak diangkat oleh pemerintah daerah akan menjadi tenaga kontrak jika PP Kesejahteraan tidak direvisi pasal tentang pengangkatan guru honorer menjadi PNS.
…dst
31 ) Peserta Sertifikasi Guru Diminta Siapkan Diri
http://suaramerdeka.com/v1/
05 November 2011
SEMARANG- Mulai 2012 proses sertifikasi akan mengalami perubahan. Guru sebagai peserta sertifikasi akan menjalankan ujian tulis sebelum mengikuti seleksi portofolio atau Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG).Ketua PGRI Kota Semarang Ngasbun Egar mengatakan, para peserta sertifikasi tahun 2012 harus lebih mempersiapkan diri, mengingat ada dua catatan penting yang perlu dipahami dalam proses sertifikasi. Mereka akan menjalani seleksi atau ujian awal dan ada penekanan tingkat usia sebagai kriteria pertama dalam penentuan peserta sertifikasi.”Sebelum proses sertifikasi dengan pola PLPG atau portofolio, calon peserta terlebih dahulu akan dites melalui uji kompetensi awal. Pelaksanaan ujian awal dilaksanakan secara online dan diperkirakan berlangsung pada Januari mendatang. Semua soal dalam ujian awal dikendalikan langsung sepenuhnya dari pusat, begitu pula penentuan kelulusan,” ungkapnya, kemarin.
…dst
32 ) Selamat tinggal GMT
http://www.antaranews.com/
Kamis, 3 November 2011 11:09 WIB
London (ANTARA News) – Para ilmuwan terkemuka dari seluruh dunia tengah bertemu di Inggris, Kamis, guna mempertimbangkan sebuah usulan menggeser standar waktu Greenwich Mean Time (GMT) menjadi catatan sejarah belaka. Selama lebih dari 120 tahun, GMT telah menjadi standar internasional untuk penetapan waktu, namun kini standar itu mendapat ancaman dari definisi waktu yang tak lagi didasari perputaran Bumi, melainkan jam atom.Pada Januari 2012, Uni Telekomunikasi Internasional akan mengadakan pertemuan di Jenewa guna menentukan sistem penetapan waktu yang baru, kendati menuai protes dari Inggris.Pertemuan dua hari –Kamis dan Jumat– yang dihadiri sekitar 50 pakar di sebuah desa di barat laut London dibawah payung Royal Society itu akan membahas isu-isu terkait penetapan standar waktu baru itu. Proposal itu menggerus kebanggaan nasional Inggris, apalagi rakyat Inggris tahu seteru abadi mereka, Prancis, memimpin upaya menggeser GMT itu. “Kami tahu rakyat Inggris akan merasa kehilangan GMT,” kata Elias Felicitas Arias, Direktur Departemen Waktu Biro Pengukuran dan Timbangan Internasional (BIPM) yang berbasis di Prancis dan pendorong perubahan standar waktu itu.
…dst
33 ) Penderita kanker melonjak tujuh kali lipat
http://www.antaranews.com/
Jumat, 4 November 2011 14:31 WIB
Gianyar (ANTARA News) – Penderita penyakit kanker di Indonesia dalam tahun 2020 diperkirakan akan mengalami pelonjakan, sehingga perlu antisipasi sejak dini. “Menurut prediksi WHO jumlah peningkatan penderita penyakit kanker itu mencapai tujuh kali lipat,” kata Sekretaris Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Gianyar, dr Ni Luh Putu Menon Partini di Gianyar. Ia mengatakan, jumlah penderita kanker yang meninggal juga menunjukkan angka yang semakin memprihatinkan, dengan jumlah penderita mencapai 27 juta jiwa dan tingkat kematian 17 juta jiwa. Tindak lanjut dari perkiraan penderita penyakit kanker itu perlu dukungan dari semua pihak, termasuk lebih mengintensifkan penyuluhan dan pembinaan mengenai bahaya kanker. Pembinaan itu dilakukan mulai dari usia sekolah, karena pada dasarnya setiap manusia berpotensi terkena kanker, namun kanker tidak akan muncul jika menerapkan pola hidup sehat. Materi pembinaan yang disampaikan untuk masing-masing jenjang sekolah, disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan daya tangkap siswa.
…dst




Komentar Terakhir