Archive | Berita

Berita Edukasi, 05 November 2011

1 ) Pertamina umumkan pemenang lomba sains nasional
http://www.antaranews.com/berita/283074/pertamina-umumkan-pemenang-lomba-sains-nasional

Jumat, 4 November 2011 23:07 WIB
Jakarta (ANTARA News) – Pemenang lomba Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina yang terbagi atas dua kategori yaitu “best theory” dan “best presenter” diumumkan pada Jumat di Jakarta.Sebanyak 24 mahasiswa meraih juara pertama, kedua dan ketiga di bidang matematika, fisika, kimia dan biologi untuk kategori pengerjaan soal teori dan kategori penyampaian presentasi dari total 16.500 peserta yang berasal dari perguruan tinggi dan swasta di 33 provinsi di Indonesia. “Melihat antusiasme peserta, Pertamina optimistis akan masa depan Indonesia karena memiliki banyak energi muda,” kata Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina Rukmi Hadihartini yang hadir dalam acara tersebut.Kompetisi tersebut sudah diselenggarakan sejak 2008 hasil kerja sama Pertamina dengan Universitas Indonesia dan merupakan bagian dari “corporate social responsibility” perusahaan energi tersebut untuk untuk pendidikan, dengan total hadiah sebesar 2,8 miliar rupiah. Hadiah tidak hanya diberikan dalam bentuk uang tunai kepada 24 pemenang utama di tingkat pusat tapi juga kepada 396 pemenang mahasiswa lain di tingkat provinsi serta dana pembinaan kepada 24 perguruan tinggi yang dianggap berhasil membimbing mahasiswanya.

…dst

2 ) Pemenang Olimpiade Sains Pendidikan Tinggi Merata
http://edukasi.kompas.com/read/2011/11/04/22340583/Pemenang.Olimpiade.Sains.Pendidikan.Tinggi.Merata

Jumat, 4 November 2011 | 22:34 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Pemenang Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina 2011 untuk tingkat perguruan tinggi, dinilai lebih merata. Sebanyak 24 pemenang di bidang matematika, fisika, kimia, dan biologi tidak lagi didominasi mahasiswa dari Pulau Jawa, tetapi juga diraih mahasiswa luar Pulau Jawa. Demikian disampaikan pejabat sementara Corporate Secretary Pertamina, M Harun, dalam malam grand final OSN Pertamina 2011 di Jakarta, Jumat (4/11/2011).Hadir juga dalam acara ini Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim, Pelaksana Harian Rektor Universitas Indonesia M Anis, dan Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina Rukmi Hadihartini. Harun mengatakan, sebanyak 24 pemenang diseleksi dari 132 mahasiswa yang lolos di tingkat provinsi. Pada tahun ini, pendaftar berjumlah 16.565 mahasiswa dari 33 provinsi.

…dst

3 ) Pendidikan Diklaim Memberi Kontribusi Besar
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/441456/38/

Saturday, 05 November 2011
JAKARTA– Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menegaskan bahwa indeks bidang pendidikan Indonesia memberikan kontribusi besar, yakni mencapai 0,584 pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia 2011. Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Bidang Sosial dan Ekonomi Pendidikan Taufik Hanafi mengatakan, dalam laporan United Nation Development Program (UNDP),peringkat Indonesia menurun dari peringkat 108 pada 2010 menjadi 124 pada tahun ini. Hal ini terjadi karena jumlah negara yang diikutsertakan meningkat dari 169 negara pada 2010 ke 187 negara pada 2011. Berdasarkan tiga indeks yang berkontribusi di IPM, indeks kesehatan hanya 0,584 dan ekonomi 0,518.”Jadi kalau ada pemahaman seakan-akan pendidikan melorot itu tidak benar karena data yang tersedia tidak menyatakan seperti itu,” katanya di Gedung Kemendikbud kemarin. Taufik juga menjelaskan, UNDP memakai kategori pengukuran rata-rata lama sekolah Indonesia 5,8 tahun sedangkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan 7,92 tahun.

…dst

4 )Indeks Pembangunan Manusia Indonesia Meningkat
http://edukasi.kompas.com/read/2011/11/04/17175426/Indeks.Pembangunan.Manusia.Indonesia.Meningkat

Jumat, 4 November 2011 | 17:17 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Bidang Sosial dan Ekonomi Pendidikan Taufik Hanafi mengatakan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia terus mengalami peningkatan. Walau pun, dalam laporan United Nation Development Program (UNDP) peringkat Indonesia melorot ke peringkat 124. Ia mengungkapkan, pada tahun 2010 IPM Indonesia berada di peringkat 108, dan pada tahun ini melorot ke peringkat 124. Hal itu terjadi karena ada jumlah negara yang masuk dalam penghitungan meningkat, dari 169 negara (2010), menjadi 187 negara (2011).Menurutnya, negara yang masuk dalam perhitungan UNDP selalu berubah karena terkait dengan ketersediaan data. Indonesia sendiri sudah bergabung sejak tahun 1980-an.”Dinamika jumlah negara dari waktu ke waktu akan mengalami perubahan. Termasuk jika metodologinya berubah, karena harus menyajikan data yang berbeda,” kata Taufik, Jumat (4/11/2011), di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.

…dst

5 ) IPM Indonesia Melorot
Seharusnya Pemerintah Introspeksi
http://www.mediaindonesia.com/read/2011/11/04/273862/293/14/Seharusnya-Pemerintah-Introspeksi

Jumat, 04 November 2011 22:21 WIB
JAKARTA–MICOM: Melorotnya peringkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia dari posisi 108 dari 169 negara pada 2010 ke posisi 124 dari 187 negara pada 2011 hendaknya dapat dijadikan sebagai ajang introspeksi bagi pemerintah. Saat ini indeks komposit IPM Indonesia hanya 0,617, sementara rata-rata IPM negara-negara se-Asia Pasifik telah mencapai 0,671. Artinya, indeks komposit IPM Indonesia jauh di bawah rata-rata IPM kawasan Asia Pasific.Dari sini dapat disimpulkan bahwa pembangunan IPM negara-negara Asia Pasifik telah melesat jauh sementara pembangunan IPM Indonesia masih berjalan di tempat.”Anjloknya peringkat IPM Indonesia sempat membuat kita terbelalak. Sebaiknya laporan ini dijadikan sebagaiwarning dan introspeksi bagi kita semua,” ujar Sekretaris Utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sudibyo Alimoeso dalam perbincangan dengan Media Indonesia, Jumat (4/11).

…dst

6 ) Korupsi, 5 Kampus, Kementerian Berjanji Transparan
http://www.tempointeraktif.com/hg/hukum/2011/11/05/brk,20111105-364994,id.html

SABTU, 05 NOVEMBER 2011 | 04:48 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berjanji akan bersikap transparan atas penyelidikan proyek pengadaan laboratorium di lima kampus oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Wakil Menteri Pendidikan Musliar Kasim mengatakan, karena KPK sudah menyelidikinya, pihaknya tidak akan masuk lagi untuk melakukan evaluasi. “Tapi kami akan mengakomodasi KPK dengan data yang dibutuhkan,” kata Musliar saat dihubungi kemarin. Pelaksana tugas Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan itu juga menegaskan tidak akan melindungi pegawai ataupun pejabat Kementerian jika memang terbukti bersalah. “Kami siap membantu,” ujarnya. KPK mengembangkan penyelidikan proyek pengadaan laboratorium di lima perguruan tinggi negeri. Kelima kampus itu adalah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten; Universitas Negeri Malang; Universitas Sriwijaya, Palembang; Universitas Negeri Jakarta; dan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Dalam penyelidikan itu, komisi antikorupsi telah memeriksa Wayan Koster, anggota Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat, pada Rabu lalu. Setelah diperiksa, Wayan, yang juga anggota Komisi Olahraga dan Pendidikan DPR, menyatakan diminta menjelaskan kebijakan komisinya dalam alokasi anggaran negara untuk proyek laboratorium riset di kampus negeri selama 2009-2010.

…dst

7 ) Anggota DPR: Pendidikan gratis tidak pernah tercapai
http://www.antaranews.com/berita/283003/anggota-dpr-pendidikan-gratis-tidak-pernah-tercapai

Jumat, 4 November 2011 17:55 WIB
Banda Aceh (ANTARA News) – Anggota Komisi X DPR RI Raihan Iskandar mengatakan bahwa pendidikan gratis yang dicanangkan pemerintah tidak tercapai karena masih ada pungutan dana di sekolah.”Buktinya saja, masih ada pungutan bagi anak didik. Kalau pungutan masih saja ada, ini sama pendidikan itu belum bebas biaya,” katanya di Banda Aceh, Jumat.Ia mengatakan, pendidikan gratis yang diterapkan di jenjang sekolah dasar harus dibenahi, sehingga masyarakat benar-benar menyekolahkan anaknya tanpa mengeluarkan uang satu rupiah pun.Kalau masalah ini sudah dibenahi, kata dia, barulah bisa diterapkan di jenjang pendidikan menengah seperti yang direncanakan pemerintah. Kalau tidak, pendidikan gratis tersebut hanya menjadi angan-angan.”Selama ini yang digratiskan hanya uang sekolah, sedangkan yang lain tidak. Padahal, pendidikan gratis itu menyeluruh. Artinya, orang tua tidak perlu memikirkan biaya sekolah anaknya,” kata dia.

…dst

8 ) Enam Negara Ikuti Konferensi Pendidikan Karakter
http://edukasi.kompas.com/read/2011/11/04/16321758/Enam.Negara.Ikuti.Konferensi.Pendidikan.Karakter

Jumat, 4 November 2011 | 16:32 WIB
YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Perwakilan dari enam negara akan mengikuti International Conference on Character Education (Konferensi Internasional Pendidikan Karakter) di Universitas Negeri Yogyakarta, pada 8-9 November 2011. Keenam negara yang akan terlibat dalam konferensi itu adalah Australia, Malaysia, Amerika Serikat (AS), Belanda, Iran, dan Indonesia. “Konferensi itu akan membahas mengenai perkembangan dan strategi penerapan pendidikan karakter di berbagai negara,” kata Ketua Panitia Konferensi Internasional Pendidikan Karakter, Suwarsih Madya, di Yogyakarta, Jumat (4/11/2011)

…dst

9 ) Pendidikan Karakter Dinilai Belum Optimal
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/441483/

Saturday, 05 November 2011
YOGYAKARTA – Pendidikan karakter di Indonesia hingga saat ini dinilai belum optimal. Terbukti masih banyak dijumpai tindakan atau perbuatan yang melanggar norma maupun aturan yang ada di masyarakat, khususnya dalam hal kejujuran. Misalnya menyontek massal dan plagiatisme skripsi maupun disertasi. Bahkan ada orang tua yang bangga dapat memasukkan atau mendapatkan hal yang mestinya bukan haknya, seperti surat izin mengemudi (SIM) bagi anak padahal umurnya belum memenuhi syarat. “Ini salah satu bukti,pendidikan karakter bagi anak didik kita belum optimal,”kata guru besar UNY Suwarsih Madya kemarin Belum optimalnya pendidikan karakter, selain karena kesadaran masih sangat rendah, juga disebabkan sumber daya manusia (SDM),baik pendidik, peneliti, dan pemangku jabatan yang belum memadai.

…dst

10 ) Indonesia Hanya Punya 31 Dokter Ahli Nuklir
http://edukasi.kompas.com/read/2011/11/04/13412786/Indonesia.Hanya.Punya.31.Dokter.Ahli.Nuklir

Jumat, 4 November 2011 | 13:41 WIB
BANDUNG, KOMPAS.com – Meski telah diakui keberadaannya oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 1996 lalu, keberadaan dokter ahli nuklir di Indonesia masih sangat sedikit. Jika ditotal, saat ini, Indonesia hanya memiliki 31 dokter ahli nuklir. “Sampai saat ini, negara kita hanya memiliki 31 orang dokter ahli nuklir,” kata Ketua Perhimpunan Kedokteran Nuklir Indonesia (PKNI) Dr A Hussein S Kartamihardja SpKN, pada “Seminar dan Pertemuan Ilmiah Tahunan Kedokteran Nuklir”, di RS Pendidikan Universitas Padjajaran, di Bandung,, Jumat (4/11/2011). Hussein mengatakan, minat masyarakat Indonesia untuk menjadi seorang dokter ahli atau spesialis nuklir memang masih rendah jika dibandingkan dengan dokter ahli lainnya, seperti ahli bedah atau pun anak. “Bahkan tahun 1996, saat pemerintah Indonesia mulai mengakui keberadaan dokter ahli nuklir, jumlahnya itu hanya 21 orang dan itu pun mereka-mereka yang menempa ilmu dokter ahli nuklir yang sekolah di luar negeri kemudian diputihkan,” kata Hussein.

…dst

11 ) Lembaga Penelitian
Status Lembaga Eijkman Belum Jelas
http://edukasi.kompas.com/read/2011/11/04/09211147/Status.Lembaga.Eijkman.Belum.Jelas

Jumat, 4 November 2011 | 09:21 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Sejak diaktifkan lagi tahun 1992, status Lembaga Biologi Molekuler atau LBM Eijkman berupa satuan kerja yang bertanggung jawab kepada Menteri Riset dan Teknologi. Hanya 10 persen pegawainya berstatus pegawai negeri sipil, itu pun PNS lembaga lain yang bertugas di Eijkman.”Kementerian sedang mengupayakan agar statusnya menjadi lembaga penelitian non-kementerian (LPNK),” kata Staf Ahli Menristek Bidang Kesehatan dan Obat Amin Soebandrio, saat mendampingi Menristek Gusti Muhammad Hatta mengunjungi LBM Eijkman di Jakarta, Kamis (3/11). Status baru itu diharapkan terwujud sebelum 2014. Itu akan menyejajarkan LBM Eijkman dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

…dst

12 ) “LIPI Expo” akan Digelar di Bidakara
http://www.pikiran-rakyat.com/node/164506

Jumat, 04/11/2011 – 20:14
JAKARTA, (PRLM).- Penyelenggaraan “LIPI Expo 2011″ dengan tema “Bakti LIPI untuk NKRI” akan digelar pada 7 – 9 November 2011 di Hotel Bidakara, Jakarta. Acara pembukaan direncanakan berlangsung di Istana Wakil Presiden.Kepala Biro Kerjasama dan Pemasyarakatan Iptek Lembaga Ilmu Pengetaahuan Indonesia (LIPI) Bogie Soedjatmiko Eko Tjahjono menjelaskan, “LIPI Expo” akan diisi dengan pameran hasil penelitian unggulan LIPI yang terdiri dari 12 klaster/kelompok. Terdiri dari, kelompok iptek untuk daerah, ketahanan pangan, teknologi obat-obatan dan kesehatan, teknologi hijau.

…dst

13 ) Jangan Korupsi Anggaran Pendidikan!
http://edukasi.kompas.com/read/2011/11/04/14583758/Jangan.Korupsi.Anggaran.Pendidikan

Jumat, 4 November 2011 | 14:58 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerhati pendidikan, Anita Lie, mengatakan, bidang pendidikan adalah sektor yang paling berperan untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat. Pendidikan, kata Anita, juga dapat mencegah konflik horizontal yang belakangan ini marak terjadi. Oleh karena itu, Anita mengungkapkan, pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, harus memastikan bahwa sektor pendidikan bisa ditingkatkan dengan anggaran yang tersedia dan digunakan semestinya, tanpa korupsi. Menurut Anita, membangun pendidikan yang bermutu dapat diwujudkan jika dana yang telah dialokasikan dipergunakan sesuai peruntukannya. Untuk itu, pengawasan ketat di lapangan perlu dilakukan.

…dst

14 ) Mahasiswa Indonesia Bawa 18 Karya
http://www.pikiran-rakyat.com/node/164514

Jumat, 04/11/2011 – 21:11
BANDUNG,(PRLM).- Tak kurang dari 18 karya ciptaan mahasiswa dan para profesional asal Indonesia akan bersaing dalam kompetisi internasional Asia Pasific ICT Alliance (APICTA) Awards, di Thailand yang berlangsung 8-11 November mendatang. Karya-karya dalam bidang ICT ini akan bersaing bersama ratusan karya lainnya dari berbagai negara se-Asia Pasifik.Ketua Delegasi Indonesia Didik Partono saat dihubungi Jumat (4/11) menjelaskan, akan ada 15 negara yang ikut serta dalam ajang bergengsi ini. Selain Indonesia, peserta berasal dari Malaysia, Singapura, Thailand, Australia, Brunei Darrusalam, Srilangka, Hongkong, dan beberapa negara Asia Pasifik lainnya. “Dalam kompetisi nanti ada 17 kriteria yang dipertandingan. Ratusan karya yang ikut serta. Bukan hanya mahasiswa, ada juga kalangan profesional yang ikut. Semuanya campur, bukan hanya perorangan tetapi juga dalam bentuk tim,” ujarnya. Peserta dari Indonesia sendiri, kata Didik, berasal dari mahasiswa dan juga profesional. Setidaknya ada lima universitas yang ikut serta dalam ajang ini. Tiga di antaranya merupakan kampus asal Bandung Jawa Barat. “Ada Universitas Komputer Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Telkom, Bina Nusantara, dan Amikom Yogyakarta. Sisanya dari berbagai kalangan profesional,” katanya.

…dst

15 ) Kok Bisa? Jadwal Wisuda Untirta Terus Diundur, Calon Wisudawan Resah
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita-pendidikan/11/11/04/lu4mzk-kok-bisa-jadwal-wisuda-untirta-terus-diundur-calon-wisudawan-resah

Jumat, 04 November 2011 15:16 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sejumlah calon wisudawan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten, mengaku resah karena ketidakpastian acara wisuda yang terus diundur selama satu bulan terakhir ini. “Tanggal wisuda terus mengalami pengunduran, dari rencana semula pada awal November. Namun hingga kini belum ada kepastian,” ujar salah seorang calon wisudawan dari Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (FT Untirta), Iwan, di Jakarta, Jumat. Iwan mengaku menurut rencana semula, wisuda akan dilakukan pada 4 November, namun kemudian diundur menjadi 10 November. Tak lama berselang, terdengar kabar kalau wisuda diundur menjadi 12 November. “Kemarin, baru dapat kabar wisuda akan dilangsungkan pada 15 November,” sebut dia. Dia mengkritisi pegawai universitas yang menyandang status negeri 10 tahun terakhir ini, dengan mengatakan pola pikir pegawai yang masih dangkal dengan membayangkan mahasiswa hanya berasal dari dari wilayah sekitar.

…dst

16 ) UGM Hasilkan 1.500 Buah Melon
http://kampus.okezone.com/read/2011/11/04/372/525090/ugm-hasilkan-1-500-buah-melon

Jum’at, 04 November 2011 18:07 wib
YOGYAKARTA – Sekira 1.500 buah melon jenis Gama Melon Basket (GMB) serta Melodi Gama 1, yang ditanam di Kebun Pendidikan, Penelitian, dan Pengembangan Pertanian Universitas Gajah Mada (KP4 UGM). Dari sejumlah itu 500 buah merupakan jenis Melodi Gama dan sisanya jenis GMB. Koordinator panen melon Taufiqurahman menuturkan, panen melon tahun ini merupakan yang kedua setelah sebelumnya dilakukan pada Juni lalu. “Bedanya, untuk panen Juni hasilnya kurang memuaskan karena kondisi tanahnya yang kurang bagus. Akibatnya, berat melon yang dipanen kurang maksimal sekitar 1,5 kg. Untuk yang kita panen kali ini melonnya lebih besar dibanding yang bulan Juni karena kondisi tanahnya yang bagus dan iklim yang mendukung” kata Taufiqurahman, yang dilansir laman, Jumat (4/11/2011).

…dst

17 ) ITS Sosialisasikan Teknik Laporan Keuangan Internasional
http://kampus.okezone.com/read/2011/11/04/373/525102/its-sosialisasikan-teknik-laporan-keuangan-internasional

Jum’at, 04 November 2011 19:00 wib
SURABAYA – Biro Administrasi Umum dan Keuangan (BAUK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bekerja sama dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menggelar In House Training, Jumat (4/11/2011). Kegiatan tersebut mensosialisasikan teknik penyusunan laporan keuangan berbasis Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Menurut salah satu panitia acara, Agus Dwi Purwalastono mengatakan, mewujudkan tata kelola administrasi dan keuangan yang berstandar global menjadi tujuan utama dalam kegiatan yang diikuti oleh sedikitnya sepuluh perguruan tinggi dan Badan Layanan Umum (BLU) ini. “Kegiatan ini mensosialisasikan bagaimana laporan keuangan yang sesuai dengan IFRS (International Financial Report Standard, red),” jelas Agus, seperti disitat laman ITS, Jumat (4/11/2011).

…dst

18 ) Model Pengelolaan Sampah ITB Bisa Diterapkan di Bandung
http://kampus.okezone.com/read/2011/11/04/373/524895/model-pengelolaan-sampah-itb-bisa-diterapkan-di-bandung

Jum’at, 04 November 2011 17:03 wib
BANDUNG – Model rumah pengelolaan sampah (RPS) Institut Teknologi Bandung (ITB) bisa ditiru secara komunal. Tiap 1.000 kepala keluarga di Bandung, bisa membuat model pengelolaan sampah secara mandiri tersebut. Pengelolaan sampah secara mandiri ini artinya tidak tergantung kepada dinas kebersihan kota. Dari sampah juga bisa dihasilkan barang-barang daur ulang dan pupuk organik yang bisa dijual. Maka, RPS ITB yang sudah berjalan selama lima tahun kini bisa mandiri, bahkan mampu menyerap tenaga kerja.Ahmad (41), salah seorang pegawai RPS ITB, mengaku digaji Rp1,1 juta per bulan dengan waktu kerja enam hari dalam satu minggu. Dia bertugas sebagai tenaga pembakar sampah yang tidak dapat didaur ulang seperti berbagai jenis kantung plastik.

…dst

19 ) ITB Serap Sampah Kota Bandung 0,5-1%
http://kampus.okezone.com/read/2011/11/04/373/524763/itb-serap-sampah-kota-bandung-0-5-1

Jum’at, 04 November 2011 10:06 wib
BANDUNG – Setelah tempat pembuangan akhir (TPA) Leuwi Gajah di tutup, Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi salah satu institusi yang kelabakan menangani sampah. Pasalnya, total volume sampah ITB per hari mencapai 20 hingga 40 meter kubik. Angka ini setara 0,5-1 persen dari total sampah di Kota Bandung. Kini, ITB boleh berbangga karena tidak lagi “menyumbang” 0,5-1 persen sampah ke Kota Bandung. Pasalnya, pasca longsornya TPA Leuwi Gajah, ITB membangun Rumah Pengelolaan Sampah (RPS). Tempat pengelolaan sampah yang berdiri sejak 2007 merupakan besutan Nyoman P Aryanta, dosen Sekolah Tinggi Ilmu Hayati (SITH) ITB.

…dst

20 ) UB Dipercaya Kembangkan Perangkat Lunak Ponsel
http://kampus.okezone.com/read/2011/11/04/373/524870/ub-dipercaya-kembangkan-perangkat-lunak-ponsel

Jum’at, 04 November 2011 16:05 wib
MALANG – Universitas Brawijaya (UB) mendapat kepercayaan untuk mengembangkan perangkat lunak untuk telepon seluler (ponsel) besutan salah satu vendor ponsel tersebesar di Indonesia.Oleh sebab itu, Nokia Indonesia mengunjungi UB dalam rangka membuka wacana agar mahasiswa menjadi developer atau pengembang software. Manajer Developer Nokia Indonesia Upik Sidharta mengungkapkan fakta, Indonesia telah menjadi negara ketiga setelah Republik Rakyat China dan India dalam jumlah download aplikasi terbanyak di dunia yang disediakan Nokia.

…dst

21 ) UNS Ajukan Rp 1,5 M untuk Kewirausahaan Mahasiswa
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/11/05/165374/UNS-Ajukan-Rp-15-M-untuk-Kewirausahaan-Mahasiswa

05 November 2011
SOLO – Untuk pengembangan kewirausahaan, Universitas Sebelas Maret (UNS) akan mengajukan anggaran dana hibah sebesar Rp 1,5 miliar. Dana itu diharapkan bisa diperoleh dari Dirjen Pendidikan Tinggi Kemdikbud.”Kami memperoleh dana itu sebesar Rp 1 miliar pada 2009, kemudian naik Rp 1,5 miliar pada 2010, namun tiba-tiba turun hanya Rp 750 juta pada 2011,” kata Kepala Pusat Pengembangan Kewirausahaan (PPKWu) UNS Ir Eddy Tri Haryanto, kemarin.Dia mengatakan, dana itu digunakan untuk membantu mengembangkan wirausaha mahasiswa. Mereka yang ingin menjadi pebisnis sejak kuliah, sudah diarahkan dengan bimbingan khusus kewirausahaan.

…dst

22 ) Kalbis Institut Hilangkan Gap Industri & Lulusan PT
http://kampus.okezone.com/read/2011/11/04/373/524847/kalbis-institut-hilangkan-gap-industri-lulusan-pt

Jum’at, 04 November 2011 14:02 wib
JAKARTA – Kepedulian akan pendidikan yang lebih baik bagi generasi muda bangsa membuat Yayasan Pendidikan Kalbe (YPK) mendirikan lembaga pendidikan yang berorientasi menciptakan lulusan yang siap kerja di dunia industri global. Adapun untuk menyediakan manajemen pendidikan yang berkualitas, YPK menggandeng Universitas Bina Nusantara (Binus) mendirikan Kalbis Institute. Ide tersebut datang dari suatu hasil diskusi karena saat ini terdapat gap atau jurang pemisah antara pendidikan di Indonesia dan kebutuhan industri global.”Lapangan pekerjaan yang tersedia cukup banyak, namun pengangguran juga semakin bertambah,” kata Ketua YPK, Lika dalam keterangan tertulisnya kepada okezone di Jakarta, Jumat (4/11/2011).

…dst

23 ) Terbuka, Peluang Lulusan Kesehatan Bekerja di Jepang
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/11/05/165370/Terbuka-Peluang-Lulusan-Kesehatan-Bekerja-di-Jepang

05 November 2011
SEMARANG- Peluang mahasiswa lulusan kesehatan untuk bekerja di Jepang kini terbuka lebar. Tiap tahun Jepang membutuhkan 100.000 pekerja kesehatan sebagai perawat di rumah sakit maupun sebagai care worker khusus lansia di panti jompo. Hal ini harus ditangkap mahasiswa kesehatan untuk meningkatkan kompetensi diri sesuai dengan standar Jepang.”Ini peluang yang harus dimanfaatkan dengan baik, dengan terus meningkatkan kemampuan terutama bahasa asing,” kata Ketua Stikes Widya Husada dokter Sulaeman SpA MM MKes MMR di sela-sela acara tes kompetensi 15 calon tenaga kerja kesehatan ke Jepang, di Kampus Stikes Widya Husada Krapyak, Semarang, kemarin.Sulaeman mengatakan, tenaga kerja kesehatan Indonesia sangat diminati Pemerintah Jepang, sebab kemampuannya sudah teruji dan mempunyai sikap sopan santun yang tinggi,” ungkapnya.

…dst

24 ) 56 Mahasiswa Ubhara Dapat Beasiswa Rp7 Juta per Semester
http://kampus.okezone.com/read/2011/11/04/373/524830/56-mahasiswa-ubhara-dapat-beasiswa-rp7-juta-per-semester

Jum’at, 04 November 2011 13:03 wib

SURABAYA – Sebanyak 56 Mahasiswa Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya menerima beasiswa sebesar Rp7 juta per semester. Beasiswa itu digelontorkan dari Biro Perencanaan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.Dari jumlah itu, sebanyak 19 mahasiwa yang mendapatkan beasiswa dari semester tiga hingga delapan. Sementara mahasiswa yang mendapat beasiswa dari semester satu hingga delapan sebanyak 37. “Mereka adalah mahasiswa kelas International yang selanjutnya akan melanjutkan pendidikan semester akhir di Univesitas Rajamangala, Thailand,” Rektor Ubhara, Suharto di Kampus Ubhara, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Jumat (4/11/2011).

…dst

25 ) 1.000 Sarjana Pendidik Berebut Beasiswa Profesi Guru
http://kampus.okezone.com/read/2011/11/04/373/524820/1-000-sarjana-pendidik-berebut-beasiswa-profesi-guru

Jum’at, 04 November 2011 12:02 wib
JAKARTA – Sekira 1.000 sarjana pendidik akan mengikuti tes tulis seleksi Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T) di Universitas Negeri Semarang (Unnes) pada Senin, 7 November 2011.Dari sekira 1.000 peserta tersebut akan diseleksi menjadi 300 sarjana kependidikan yang akan mengajar selama satu tahun di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nangroe Aceh Darussalam. Selama masa pengabdian itu, mereka akan mendapatkan biaya hidup Rp2 juta per bulan dengan jaminan asuransi. Selanjutnya, mereka akan mendapatkan beasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG).

…dst

26 ) Lagi, Penipuan Via SMS Menimpa Unpad
http://kampus.okezone.com/read/2011/11/04/373/524810/lagi-penipuan-via-sms-menimpa-unpad

Jum’at, 04 November 2011 11:30 wib
BANDUNG – Penipuan berkedok SMS kembali menimpa Universitas Padjadjaran (Unpad) setelah sebelumnya pernah muncul aksi penipuan melalui pesan singkat dengan sasaran guru besar dan dosen. Kali ini aksi penipuan yang sama terjadi pada mahasiswa Unpad. SMS yang mengatasnamakan Pembantu Rektor Bidang Akademik Unpad itu, meminta mahasiswa untuk menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat (Kadisidik Jabar) perihal seminar yang akan digelar oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti).Berikut bunyi SMS tersebut; “Yang terhormat X (nama mahasiswa). Segera hub bpk Dr. H. M. Wahyudin Zarkasyi, Sk Kadisdik Jabar: 08***********. Perihal: Seminar Gratis Dari Dikti (Dari PR I Unpad).”, demikian yang dilansir laman Unpad, Jumat (4/11/2011).

…dst

27 ) Jumlah Mahasiswa Indonesia Terbanyak ke-8 di Jepang
http://kampus.okezone.com/read/2011/11/04/373/524860/jumlah-mahasiswa-indonesia-terbanyak-ke-8-di-jepang

Jum’at, 04 November 2011 15:03 wib
JAKARTA – Jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar pada tahun 2010 mencapai 2.190 orang. Jumlah itu menempati urutan kedelapan, setelah China, Korea, Taiwan, Vietnam, Malaysia, Thailand, dan Amerika Serikat.Hal tersebut diutarakan Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia Yoshinori Katori saat menyampaikan kuliah umum di Universitas Hasanuddin (Unhas) baru-baru ini. Dia mengatakan, jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun 1997 yang hanya 1.070 orang. “Sementara itu, jumlah orang yang belajar bahasa Jepang di Indonesia 720 ribu orang, menempati peringkat ke-3 di seluruh dunia. Berarti, lima orang yang belajar bahasa Jepang di luar negeri, salah satunya adalah orang Indonesia,” kata Katori, yang kutip laman Unhas, Jumat (4/11/2022).

…dst

28 ) RUU PT Tak Jamin Pendidikan Murah
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/11/05/165376/RUU-PT-Tak-Jamin-Pendidikan-Murah

05 November 2011
JAKARTA – Rancangan Undang-undang Perguruan Tinggi (RUU PT) yang dicetuskan DPR awal April 2011, merupakan bentuk kebijakan liberalisasi pendidikan tinggi secara menyeluruh.Sekretaris Jendral Front Mahasiswa Nasional (FMN) Muh Hasan Harry Sandy mengatakan, kondisi objektif dan kenyataan di lapangan terhadap pendidikan tinggi sejak 2001 hingga sekarang mengalami degradasi atas tujuan utama penyelenggaraan pendidikan. Hal itu ditandai dengan tingginya biaya pendidikan tinggi yang harus dibayar rakyat.”Kondisi ini tergambat pada tahun ajaran 2011/2012, untuk registrasi setelah melewati ujian baik yang diselenggarakan secara nasional (SNMPTN) maupun ujian mandiri, setiap peserta didik harus membayar Rp 7,5 juta – Rp 250 juta,” katanya di Jakarta, kemarin.

…dst

29 ) Forum Honorer Indonesia Beraudiensi ke Kemdikbud
http://www.kemdiknas.go.id/kemdiknas/berita/117

11/04/2011
Jakarta — Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDM dan PMP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Syawal Gultom menerima kunjungan 40 orang guru anggota Forum Honorer Indonesia (FHI) di ruang kerjanya Kamis (3/11). Ketua FHI Nur Aini menanyakan tiga persoalan yang menjadi sumber kebingungan anggotanya. Persoalan itu adalah mengenai sertifikasi guru, pendidikan profesi guru (PPG), dan tunjangan kesejahteraan. Untuk masalah sertifikasi, Nur Aini menilai tenaga guru honorer kurang diperhatikan. Selama ini, prosedur sertifikasi hanya untuk guru pegawai negeri sipil (PNS) dan swasta. Sedangkan, guru honorer di sekolah negeri belum tersentuh. Nur Aini juga berpendapat, PPG yang merupakan pengganti dari Akta 4, tidak disosialisasikan dengan baik ke guru honorer. “Kami hanya mengetahui PPG memberikan beasiswa selama dua tahun bagi guru yang mengikutinya, tapi prosedurnya seperti apa kami tidak tahu.” ujarnya.

…dst

30 ) 180 Ribu Guru Honorer Terancam Tidak Diangkat
http://kampus.okezone.com/read/2011/11/03/373/524561/180-ribu-guru-honorer-terancam-tidak-diangkat

Jum’at, 04 November 2011 08:09 wib
JAKARTA – Sebanyak 180 ribu guru tenaga honorer yang tidak diangkat menjadi tenaga kontrak oleh pemerintah daerah terancam bakal gagal jika Peraturan Pemerintah (PP) pasal tentang pengangkatan guru honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) direvisi. Hal tersebut diutarakan Ketua Forum Honorer Indonesia Nuraini. Dia berkomentar, yang menjadi perdebatan mengenai tenaga pengajar honorer selama ini adalah 30 persen dari 600 ribu atau sebanyak 180 ribu guru honorer kategori dua (K2) yang tidak diangkat oleh pemerintah daerah akan menjadi tenaga kontrak jika PP Kesejahteraan tidak direvisi pasal tentang pengangkatan guru honorer menjadi PNS.

…dst

31 ) Peserta Sertifikasi Guru Diminta Siapkan Diri
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/11/05/165372/Peserta-Sertifikasi-Diminta-Siapkan-Diri

05 November 2011
SEMARANG- Mulai 2012 proses sertifikasi akan mengalami perubahan. Guru sebagai peserta sertifikasi akan menjalankan ujian tulis sebelum mengikuti seleksi portofolio atau Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG).Ketua PGRI Kota Semarang Ngasbun Egar mengatakan, para peserta sertifikasi tahun 2012 harus lebih mempersiapkan diri, mengingat ada dua catatan penting yang perlu dipahami dalam proses sertifikasi. Mereka akan menjalani seleksi atau ujian awal dan ada penekanan tingkat usia sebagai kriteria pertama dalam penentuan peserta sertifikasi.”Sebelum proses sertifikasi dengan pola PLPG atau portofolio, calon peserta terlebih dahulu akan dites melalui uji kompetensi awal. Pelaksanaan ujian awal dilaksanakan secara online dan diperkirakan berlangsung pada Januari mendatang. Semua soal dalam ujian awal dikendalikan langsung sepenuhnya dari pusat, begitu pula penentuan kelulusan,” ungkapnya, kemarin.

…dst

32 ) Selamat tinggal GMT
http://www.antaranews.com/berita/282779/selamat-tinggal-gmt

Kamis, 3 November 2011 11:09 WIB
London (ANTARA News) – Para ilmuwan terkemuka dari seluruh dunia tengah bertemu di Inggris, Kamis, guna mempertimbangkan sebuah usulan menggeser standar waktu Greenwich Mean Time (GMT) menjadi catatan sejarah belaka. Selama lebih dari 120 tahun, GMT telah menjadi standar internasional untuk penetapan waktu, namun kini standar itu mendapat ancaman dari definisi waktu yang tak lagi didasari perputaran Bumi, melainkan jam atom.Pada Januari 2012, Uni Telekomunikasi Internasional akan mengadakan pertemuan di Jenewa guna menentukan sistem penetapan waktu yang baru, kendati menuai protes dari Inggris.Pertemuan dua hari –Kamis dan Jumat– yang dihadiri sekitar 50 pakar di sebuah desa di barat laut London dibawah payung Royal Society itu akan membahas isu-isu terkait penetapan standar waktu baru itu. Proposal itu menggerus kebanggaan nasional Inggris, apalagi rakyat Inggris tahu seteru abadi mereka, Prancis, memimpin upaya menggeser GMT itu. “Kami tahu rakyat Inggris akan merasa kehilangan GMT,” kata Elias Felicitas Arias, Direktur Departemen Waktu Biro Pengukuran dan Timbangan Internasional (BIPM) yang berbasis di Prancis dan pendorong perubahan standar waktu itu.

…dst

33 ) Penderita kanker melonjak tujuh kali lipat
http://www.antaranews.com/berita/282969/penderita-kanker-melonjak-tujuh-kali-lipat

Jumat, 4 November 2011 14:31 WIB
Gianyar (ANTARA News) – Penderita penyakit kanker di Indonesia dalam tahun 2020 diperkirakan akan mengalami pelonjakan, sehingga perlu antisipasi sejak dini. “Menurut prediksi WHO jumlah peningkatan penderita penyakit kanker itu mencapai tujuh kali lipat,” kata Sekretaris Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Gianyar, dr Ni Luh Putu Menon Partini di Gianyar. Ia mengatakan, jumlah penderita kanker yang meninggal juga menunjukkan angka yang semakin memprihatinkan, dengan jumlah penderita mencapai 27 juta jiwa dan tingkat kematian 17 juta jiwa. Tindak lanjut dari perkiraan penderita penyakit kanker itu perlu dukungan dari semua pihak, termasuk lebih mengintensifkan penyuluhan dan pembinaan mengenai bahaya kanker. Pembinaan itu dilakukan mulai dari usia sekolah, karena pada dasarnya setiap manusia berpotensi terkena kanker, namun kanker tidak akan muncul jika menerapkan pola hidup sehat. Materi pembinaan yang disampaikan untuk masing-masing jenjang sekolah, disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan daya tangkap siswa.

…dst

Posted in BeritaComments (0)

Berita Edukasi, 26 Oktober 2011

Sorry, this entry is only available in English

Posted in BeritaComments (0)

Berita Edukasi, 25 Oktober 2011

1 ) Kemdikbud Perketat Sistem Sertifikasi Guru dan Dosen
Lantaran Hasil Masih Memble
http://www.jpnn.com/read/2011/10/25/106476/Kemdikbud-Perketat-Sistem-Sertifikasi-Guru-dan-Dosen-

Selasa, 25 Oktober 2011 , 04:25:00
JAKARTA – Upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meningkatkan kualitas guru dan dosen melalui sertifikasi, mendapat tanggapan miring. Diantara penyebabnya, sebagian guru dan dosen yang lolos program tersebut belum menunjukkan peningkatan kualitas signifikan. Sistem seleksi sertifikasi baru diterapkan mulai tahun depan. Kementerian yang baru saja berubah nama dari Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) itu tidak ingin kualitas tenaga pendidik jebolan sertifikasi terus-terusan memble. Dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi X DPR kemarin (24/10), Mendikbud Muhammad Nuh mengatakan bakal memperketat sistem sertifikasi guru dan dosen. Dia tidak ingin anggaran sertifikasi guru dan dosen sebesar Rp 64 triliun menguap begitu saja tanpa dibarengi peningkatan kualtias profesionalisme guru dan dosen. “Semua anggaran itu (RP 64 triliun) dialokasikan untuk peningkatan kompetensi serta profesionalisme guru dan dosen. Maka perlu kebijakan peningkatan hasil sertifikasi,” papar mantan rektor ITS tersebut.

…dst

2 ) Kementerian Pendidikan Perketat Proses Sertifikasi Guru dan Dosen
http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2011/10/24/brk,20111024-363059,id.html

SENIN, 24 OKTOBER 2011 | 21:27 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan memperketat seleksi sertifikasi guru dan dosen umtuk menekan anggaran belanja pegawai. Pada 2012 saja, rencana belanja di Kemendikbud naik menjadi Rp. 9,9 triliun dibanding 2011 sebesar Rp. 7,4 triliun.Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh, mengatakan, kenaikan tersebut disebabkan tingginya komponen Gaji, tunjangan pegawai, gaji dosen dan tunjangan guru besar. “Selain itu, adanya sertifikasi untuk dosen dan terus bertambahnya guru besar” kata Nuh, dalam Rapat Kerja dengan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat, dalam pembahasan Rancangan Anggaran Perubahan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2012, di Gedung DPR, Senin, 24 Oktober 2011.Maka dari itu, Kemendikbud, kata Nuh, akan memperketat proses sertifikasi. Jika sebelumnya proses sertifikasi cukup singkat, yaitu proses Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG), lalu ujian dan dinyatakan lulus, guru bisa langsung mendapatkan tunjangan sertifikasi.”Nanti akan ada seleksi kompetensi akademik sebelum dinyatakan lulus ke tahap PLPG. Sehingga yang lulus di sini kompetensi akademiknya memadai,” katanya.

…dst

3 ) Nuh Keberatan Pendidikan Tinggi “Pindah” ke Kemristek
http://edukasi.kompas.com/read/2011/10/24/16354726/Nuh.Keberatan.Pendidikan.Tinggi.Pindah.ke.Kemristek

Senin, 24 Oktober 2011 | 16:35 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh keberatan jika pengelolaan pendidikan tinggi dipisahkan dari kementerian yang dipimpinnya. Pekan lalu, Wakil Ketua Komisi X Rully Chairul Azwar mewacanakan agar pendidikan tinggi dikelola oleh kementerian tersendiri atau dialihkan ke Kementerian Riset dan Teknologi. Menurutnya, hal itu perlu dipertimbangkan agar pendidikan tinggi dapat lebih fokus melakukan penelitian.Nuh berpandangan, jika alasannya untuk menguatkan penelitian, maka yang perlu dilakukan adalah penguatan sumber daya manusia, bukan memisahkan pengelolaan pendidikan tinggi dari Kemdikbud.”Untuk mengoptimalkan riset yang harus diperkuat adalah sumber dayanya,” kata Nuh, Senin (24/10/2011), di Jakarta.Dengan alasan kesesuaian, menurutnya, pengelolaan pendidikan tinggi masih ideal berada di bawah naungan Kemdikbud. Akan tetapi, ia menghargai wacana yang muncul.

…dst

4 ) RUU Perguruan Tinggi Akan Batasi PT Asing
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/438630/38/

Tuesday, 25 October 2011
JAKARTA – Pemerintah akan membatasi beroperasinya perguruan tinggi asing (PTA) di Indonesia sejalan dengan sedang dibahasnya RUU Perguruan Tinggi (RUU PT) dengan DPR.Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud Djoko Santoso mengatakan, saat ini RUU tersebut dalam tahap pengumpulan masukan dari perguruan tinggi negeri dan swasta. “Tujuan akhirnya ialah pemerintah akan membuat peraturan yang berpihak pada kepentingan masa depan pendidikan Indonesia dan antisipasi perkembangan dunia pendidikan tinggi ke depan,” ujar Djoko di Jakarta kemarin. Menurut dia,saat ini tengah dibahas secara intensif tentang keberadaan PTA.Prinsip dasar PTA nanti haruslah nirlaba.Selain itu PTA tidak boleh berdiri sendiri, melainkan dapat berinvestasi di Indonesia dengan cara kerja sama dengan perguruan tinggi Indonesia. “Harus berkurikulum Indonesia dan tenaga pengajarnya harus berkolaborasi dengan pengajar Indonesia,”jelasnya.

…dst

5 ) Indonesia incar posisi anggota Badan Eksekutif UNESCO
http://www.antaranews.com/berita/281343/indonesia-incar-posisi-anggota-badan-eksekutif-unesco

Senin, 24 Oktober 2011 17:46 WIB
Jakarta (ANTARA News) – Indonesia mengincar posisi anggota Badan Eksekutif Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan (UNESCO) untuk merepresentasikan Indonesia di forum Internasional pada pemungutan suara di badan dunia yang berkantor pusat di Paris, Prancis, tersebut.”Indonesia akan mengajukan diri sebagai calon anggota Executive Board (Badan Eksekutif) UNESCO pada pemilu tanggal 3 November besok,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhammad Nuh, Senin.Menurut Mendikbud, keuntungan Indonesia jika bisa menjadi salah satu anggota Badan Eksekutif UNESCO adalah bisa merepresentasikan Indonesia di dalam forum internasional.Selain itu, ia mengemukakan, Indonesia juga bisa memberikan berbagai pandangan dan ide untuk masyarakat dunia, terutama berkaitan dengan keragaman budaya.”Intinya ke depan, kita harus membangun keharmonisan di dalam membangun tatanan dunia,” katanya.

…dst

6 ) Bahasa Indonesia berpeluang jadi Bahasa ASEAN
http://www.antaranews.com/berita/281270/bahasa-indonesia-berpeluang-jadi-bahasa-asean

Senin, 24 Oktober 2011 08:49 WIB
Cagayan de Oro, Filipina (ANTARA News) – Kemungkinan Bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi kedua di lingkup ASEAN setelah bahasa Inggris semakin membesar dengan semakin banyaknya peminat bahasa ini di ASEAN, termasuk Filipina.”Selamat pagi bapak-bapak dan ibu-ibu, selamat datang di Filipina. Apa kabar anda semua?” kata Sekretaris Kepresidenan Filipina untuk Bidang Komunikasi, Herminio B. Coloma, Jr. saat membuka Forum Media BIMP-EAGA (Brunei-Indonesia-Malaysia-Philippnies/East Asia Growth Area) di Cagayan de Oro, Mindanao, Flipina Selatan, baru-baru ini. Coloma melontarkan kalimat-kalimat tersebut dalam Bahasa Indonesia yang fasih sebelum menggunakan Bahasa Inggris kepada para peserta forum dari Brunei, Indonesia, Malaysia dan Filipina yang diselenggarakan paralel dengan pertemuan tingkat menteri ke-16 BIMP-EAGA di kota ini.

…dst

7 ) Di Indonesia, Gaji Profesor Lebih Rendah dari Guru SD
http://edukasi.kompas.com/read/2011/10/25/06121692/Di.Indonesia.Gaji.Profesor.Lebih.Rendah.dari.Guru.SD

Selasa, 25 Oktober 2011 | 06:12 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Ketidakpedulian pemerintah terhadap kegiatan riset antara lain dibuktikan dengan rendahnya gaji profesor riset. Bahkan, gaji berikut tunjangan seorang profesor riset yang berada dalam pangkat tertinggi golongan IV/E masih lebih rendah daripada gaji guru sekolah dasar di Jakarta dan sekitarnya.Gaji pokok seorang profesor riset golongan IV/E di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), misalnya, saat ini Rp 3,6 juta per bulan. Gaji ini ditambah tunjangan peneliti Rp 1,6 juta per bulan. “Jadi, total gaji yang saya terima Rp 5,2 juta per bulan,” kata Prof Dr Ir Jan Sopaheluwakan, MSc, pakar ilmu kebumian yang sudah bekerja sekitar 30 tahun di LIPI. Pendapatan seorang profesor riset yang menduduki jabatan struktural sedikit lebih tinggi karena mendapatkan tunjangan jabatan Rp 3,2 juta per bulan. “Gaji pokoknya sama, Rp 3,6 juta per bulan, dan tidak bisa naik lagi karena sudah berada dalam golongan pangkat tertinggi IV/E,” kata Prof Dr Ir Bambang Subiyanto, MAgr, pakar biomateria yang juga Kepala Pusat Inovasi LIPI, di Jakarta, Senin (24/10/2011).

…dst

8 ) Kementerian Pendidikan Dirikan Institut Seni dan Budaya
http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2011/10/24/brk,20111024-363003,id.html

SENIN, 24 OKTOBER 2011 | 15:43 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2012 berencana mendirikan Institut Seni dan Budaya. “Kami sempat sampaikan pada Raker yang dulu. Lalu ada tugas tambahan di kementerian kami tentang kebudayaan. Jadi kami akan membangun Institut Seni dan Budaya,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh saat rapat kerja dengan Komisi X DPR, Senin, 24 Oktober 2011. Menteri Nuh belum memastikan dimana Institut Seni dan Budaya itu akan dibangun. Namun, didirikannya institut tersebut, kata Nuh, merupakan tindak lanjut setelah Kementerian Pendidikan dilebur dengan Kebudayaan setelah reshuffle atau perombakan kabinet oleh Presiden Yudhoyono beberapa waktu lalu. Institut Seni yang sudah ada, kata Nuh, akan dikonversi menjadi Institut Seni dan Budaya. “Jadi, semuanya tidak hanya seni, tapi juga dengan budaya,” ujarnya.

…dst

9 ) Menyambut Rencana UU Pendidikan Tinggi
http://edukasi.kompas.com/read/2011/10/24/10374717/Menyambut.Rencana.UU.Pendidikan.Tinggi

Senin, 24 Oktober 2011 | 10:37 WIB
KOMPAS.com — Baru-baru ini dua tragedi besar terjadi di perguruan tinggi. Pertama, gedung Fakultas Teknik dibakar mahasiswa Fakultas Pertanian yang tawuran di Universitas Negeri Gorontalo. Kedua, tragedi kekerasan terjadi di Akademi Kepolisian. Di asrama taruna, kekerasan terjadi hampir setiap tengah malam.Dua kasus tersebut menunjukkan bahwa budaya kekerasan terjadi di dua jalur pendidikan tinggi yang berbeda, yaitu pendidikan tinggi umum dan pendidikan kedinasan. Penyelesaiannya? Kasus tersebut hanya dipandang sebagai masalah hukum. Itu pun tidak diselesaikan sampai tuntas. Padahal, persoalan ini membutuhkan penyelesaian dari bidang pendidikan. Kekerasan yang terjadi di lembaga pendidikan menggambarkan kesalahan dalam prinsip pelaksanaan pendidikan dan fungsi pendidikan.

…dst

10 ) Aptisi Desak Penundaan Pengesahan RUU PT
http://www.mediaindonesia.com/read/2011/10/24/270794/293/14/Aptisi-Desak-Penundaan-Pengesahan-RUU-PT

Senin, 24 Oktober 2011 23:42 WIB
JAKARTA–MICOM: Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta se-INdonesia (Aptisi) mendesak DPR tidak tergesa gesa mengesahkan Rancangan Undang tentang Pendidikan Tinggi (RUU PT) yang tengah digodok Komisi X DPR dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Aptisi berpendapat RUU PT tidak segera disahkan mengingat draf yang ada masih mengandung banyak hal yang belum memenuhi harapan masyarakat, termasuk kalangan perguuruan tinggi swasta,” kata Ketua Umum Aptisi Edi Suandi Hamid pada pelantikan pengurus Aptisi 2011-2015 di Jakarta, Senin (24/10). Edy didampingi Sekjen Aptisi Suyatno mengingatkan jika RUU PT tidak ditunda, dikhawatirkan masyarakat yang tidak puas akan melakukan judicial review dan membatalkan RUU tersebut. “Amat sayang kalau diundangkan tetapi dibatalkan berapa miliar uang negara dihabiskan seperti juga dibatalkannya UU BHP belum lama ini,” cetus Edy yang juga Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta itu.

…dst

11 ) PTS Akan Lebih Peka Persoalan Masyarakat
http://edukasi.kompas.com/read/2011/10/24/11264397/PTS.Akan.Lebih.Peka.Persoalan.Masyarakat

Senin, 24 Oktober 2011 | 11:26 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), Edy Suandi Hamid mengatakan, APTISI akan meningkatkan perannya, tidak hanya mengkaji hal-hal pengembangan perguruan tinggi itu sendiri, melainkan juga akan ikut mengkaji semua persoalan besar yang ada di tengah-tengah masyarakat.Edy menjelaskan, peningkatan peran tersebut sebagai upaya agar perguruan tinggi swasta (PTS) tidak seperti yang dikritik sejumlah pihak sebagai “menara gading” yang lepas dari persoalan kehidupan masyarakat. Dalam konteks pengembangan PTS, APTISI akan menjalin sebanyak mungkin kerjasama, terutama dengan unit terkait, dalam hal ini adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Selain itu, pihaknya juga akan mencermati Rancangan Undang-Undang Perguruan Tinggi (RUU PT) yang saat ini tengah dibahas di DPR

…dst

12 ) Bantuan Libya untuk Proyek Pesantren dan Universitas Kandas
http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2011/10/24/brk,20111024-362955,id.html

SENIN, 24 OKTOBER 2011 | 13:01 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta – Proyek pembangunan pesantren dan universitas bantuan World Islamic Call Society (WICS) di Indonesia kandas karena situasi politik di Libya. “Maret 2011 sudah peletakan batu pertama di Sentul Bogor, tapi proyek pondok pesantren dan Kulliyah Da’wah (sejenis akademi atau universitas) itu akhirnya batal,” ujar tokoh pendiri Lembaga Persahabatan Indonesia-Libya (LPIL), Lutfi A Tamimi, Senin, 24 Oktober 2011. Meski sudah peletakan batu pertama, dana bantuan dari Pemerintah Libya melalui WICS belum dikucurkan. WICS merupakan perkumpulan lebih dari 250 organisasi Islam yang didirikan dan didanai Pemerintah Libya semasa kepemimpinan Muammar Qadhafi. WICS membantu negara-negara berkembang di bidang pendidikan, keagamaan, budaya, sosial, dan ekonomi. WICS juga bekerja sama dengan United Nations Children’s Fund (Unicef) dan United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (Unesco). Selain pesantren dan universitas, juga akan dibangun fasilitas pusat kesehatan masyarakat (puskesmas). Pengajaran di pesantren dan universitas tersebut akan disesuaikan dengan pendidikan agama Islam sesuai dengan konteks keindonesiaan. “Rencananya ada tiga pengajar dari Libya dan sisanya diambilkan dari kalangan akedemisi dan cendekiawan di Indonesia,” ucap Lutfi.

…dst

13 ) DPR Ingin Anggaran Pendidikan Naik Rp 32 Triliun
http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2011/10/25/brk,20111025-363083,id.html

SELASA, 25 OKTOBER 2011 | 03:21 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta – Hujan interupsi mewarnaiRapat Komisi X DPR membahas anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam Rancangan Anggaran Perubahan Belanja Negara 2012. DPR menganggap usulan dana Rp 64,351 triliun terlalu sedikit bagi Kementerian tersebut.”Anggaran harus ditambah agar target sekolah gratis itu bisa tercapai dan tidak ada lagi pungutan sekolah. Kami akan bersama menteri untuk merealisasikannya,” kata Kahar Muzakir, anggota Komisi X DPR saat rapat kerja dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Gedung DPR, Senayan, Senin, 24 Oktober 2011.Politikus Partai Golkar ini menganggap pagu anggaran dari Nota Keuangan sebesar Rp 57,818 triliun, Bagian Anggaran 999 Rp. 3,506 triliun, Optimalisasi Rp. 3,014 triliun dan BLU – PNBP Rp 13 miliar sulit mencapai target sekolah gratis bagi masyarakat. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diminta lebih berani mengajukan anggaran. Tujuannya supaya target program tercapai sebelum masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono berakhir.

…dst

14 ) Marzuki : 20 persen anggaran pendidikan perlu diperjelas
http://www.antaranews.com/berita/281384/marzuki–20-persen-anggaran-pendidikan-perlu-diperjelas

Senin, 24 Oktober 2011 21:57 WIB
Padang (ANTARA News) – Ketua DPR RI Marzuki Alie mengatakan alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen yang terdapat pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) perlu diperjelas agar lebih tepat sasaran dan bermanfaat.”Selama ini alokasi anggaran sebesar 20 persen pada APBN belum memiliki konsep yang jelas. Pada beberapa kementerian yang memiliki keterkaitan sama-sama mengalokasikan dana untuk pendidikan, katanya usai memberikan kuliah umum di IAIN Imam Bonjol. Menurut dia, akhirnya hal itu menyebabkan visi pendidikan menjadi tidak jelas karena semua kementerian sama-sama mengalokasikan anggaran sesuai dengan konsep masing-masing.”Ini menyebabkan uang yang telah dialokasikan nilainya besar, tapi dampaknya tidak dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” lanjut politisi Partai Demokrat itu

…dst

15 ) Raker DPR-Mendikbud
DPR Pertanyakan Visi Kemdikbud
http://edukasi.kompas.com/read/2011/10/24/1532479/DPR.Pertanyakan.Visi.Kemdikbud

Senin, 24 Oktober 2011 | 15:32 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Anggota Komisi X DPR RI Raihan Iskandar mengatakan, visi besar mengembalikan kebudayaan ke dalam Kementerian Pendidikan harus diimbangi dengan langkah yang konkrit. Pernyataannya ini menanggapi paparan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh dalam rapat kerja Komisi X DPR RI dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senin (24/10/2011), di Gedung DPR, Jakarta.
Raihan menilai, paparan yang disampaikan oleh Mendikbud hanya terfokus pada besarnya anggaran yang diperlukan. Setelah kembalinya urusan kebudayaan kepada Kementerian Pendidikan, ia menilai Mendikbud belum menyampaikan rencana konkrit tentang langkah apa yang akan ditempuhnya untuk mewujudkan visi mengenai kebudayaan.

…dst

16 ) Dedi Gumelar: Pantas Pendidikan Kita Tak Bermutu
http://edukasi.kompas.com/read/2011/10/24/14581152/Dedi.Gumelar.Pantas.Pendidikan.Kita.Tak.Bermutu

Senin, 24 Oktober 2011 | 14:58 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi X DPR, Dedi Gumelar, melayangkan kritiknya dalam rapat kerja antara komisi dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senin (24/10/2011), di Gedung DPR, Jakarta. Ia menyayangkan sempitnya waktu yang dimiliki DPR bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) untuk membahas anggaran pendidikan. Menurut dia, pemerintah harus meluangkan waktu yang tak terbatas dalam membahas anggaran pendidikan yang dinilainya merupakan hal yang sangat penting.

…dst

17 ) Mendikbud Didesak Tetapkan Pagu Anggaran
http://edukasi.kompas.com/read/2011/10/24/13181781/Mendikbud.Didesak.Tetapkan.Pagu.Anggaran

Senin, 24 Oktober 2011 | 13:18 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh didesak untuk segera menetapkan pagu anggaran kementeriannya oleh Komisi X DPR RI. Desakan tersebut dilontarkan salah seorang anggota Komisi X DPR asal Fraksi PDI Perjuangan I Wayan Koster, dalam rapat kerja DPR RI dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senin (24/10/2011), di Gedung DPR, Jakarta.Menurut Koster, desakan terhadap Kemdikbud karena waktu yang tersedia sudah sangat sempit. Pengambilan keputusan tingkat I mengenai APBN akan dilaksanakan pada Rabu (26/10/2011) mendatang. Keputusan soal APBN ini akan diketok palu pada sidang paripurna yang dijadwalkan pada Jumat, 28 Oktober 2011.

…dst

18 ) Wamendikbud diminta rumuskan cetak biru kebudayaan
http://www.antaranews.com/berita/281418/wamendikbud-diminta-rumuskan-cetak-biru-kebudayaan

Selasa, 25 Oktober 2011 02:52 WIB
Jakarta (ANTARA News) – Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi PKS Rohmani mendesak Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang kebudayaan untuk merumuskan cetak biru pembangunan budaya bangsa melalui pendidikan.”Kami menginginkan Wamendikbud bidang kebudayaan segera bekerja merumuskan pembangunan budaya bangsa,” katanya dalam penjelasan melalui surat elektronik di Jakarta, Senin.”Selama ini kita prihatin lemahnya budaya dan karakter bangsa seperti kejujuran, etos kerja, toleransi dan lain sebagainya. Ini terjadi karena kita belum memiliki cetak biru pembangunan budaya bangsa,” tambahnya. Ia mengemukakan bahwa cetak biru pembangunan budaya bangsa itu harus memiliki target jangka pendek dan jangan panjang.

…dst

19 ) Kemendikbud Akan Evaluasi Peredaran Film
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/438663/

Tuesday, 25 October 2011
JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mengevaluasi peredaran film, terkait makin banyaknya film yang mengandung muatan negatif.Wamendikbud Bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti mengatakan, berdasarkan Pasal 1 UU No 33 Tahun 2009 tentang Perfilman, kementerian yang mengurusi tentang film ialah Kemendikbud. Wiendu menegaskan, peredaran film-film saat ini sangat mendesak untuk ditata ulang. Posisi yang paling menentukan akan peredaran film yang bermutu ini, ungkap Wiendu, ialah di tangan lembaga sensor film. Saat ini, jelas dia, sedang ada pemetaan kemampuan apa yang harus ada di tangan para tenaga sensor. “Supaya mereka itu bisa dipertanggungjawabkan kualitas kemampuannya. Tidak hanya asal motong,” ungkapnya di gedung DPR kemarin. (neneng z)

20 ) Anies:pemuda Indonesia harus kuasai tiga bahasa
http://www.antaranews.com/berita/281366/aniespemuda-indonesia-harus-kuasai-tiga-bahasa

Senin, 24 Oktober 2011 20:43 WIB
Jakarta (ANTARA News) – Pemuda Indonesia diharapkan menguasai paling tidak tiga bahasa untuk dapat bersaing di dunia internasional.Hal tersebut disampaikan oleh Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan dalam acara penganugrahan Beasiswa BMW di Kampus Pasca Sarjana Universitas Indonesia, Jakarta, Senin.”Anak-anak muda Indonesia paling tidak harus bisa tiga bahasa. Bahasa daerah, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris, atau bahasa asing lainnya seperti Bahasa Mandarin atau Arab,” kata Anies.Menurut Anies, dengan menguasai tiga bahasa tersebut, pemuda Indonesia tidak akan kehilangan akar budayanya sekaligus mempunyai alat untuk menjadi bagian dari dunia.”Kita mempunyai potensi untuk itu karena orang Indonesia bisa berbahasa banyak (bahasa daerah) sebetulnya,” kata Anies.

…dst

21 ) Rektorat Unkhair Minta Klarifikasi Terkait “Ayam Kampus”
http://kampus.okezone.com/read/2011/10/24/373/519375/rektorat-unkhair-minta-klarifikasi-terkait-ayam-kampus

Senin, 24 Oktober 2011 10:03 wib
TERNATE – Pernyataan Wakil Walikota (Wawali) Ternate Arifin Djafar yang dilansir sejumlah surat kabar harian di Ternate mengenai Kampus Koleksi Ayam Kampus masih saja menuai masalah.Pihak Rektorat Universitas Khairun (Unkhair) Ternate bahkan menggelar rapat untuk membahas pernyataan yang menuai kecaman para civitas akademika tersebut.”Kami telah melayangkan surat kepada Wakil Walikota yang berisi permintaan klarifikasi secara terbuka pada publik melalui media massa menyangkut pernyataannya itu,” kata Rektor Unkhair, Gufran Ali Ibrahim pada okezone, akhir pekan lalu.

…dst

22 ) ITB Jadi Tuan Rumah Konferensi Tekstil dan Kostum Internasional
http://kampus.okezone.com/read/2011/10/24/373/519481/itb-jadi-tuan-rumah-konferensi-tekstil-dan-kostum-internasional

Senin, 24 Oktober 2011 12:14 wib
BANDUNG – Kriya Tekstil Institut Teknologi Bandung (ITB) yang berkesempatan menjadi mitra organisasi tekstil internasional, Ars Textrina University of Leeds, Inggris dan Costume Culture Association, Korea akan menyelenggarakan Konferensi Tekstil dan Kostum Internasional.Konferensi yang bertajuk “Heritage Textiles and Costumes”, tahun ini terdiri dari seminar yang akan dilaksanakan di kampus ITB dan pameran yang bertempat di Lawangwangi Art and Science Center.Menurut ketua penyelenggara, Biranul Anas, Bandung terpilih menjadi kota penyelenggara karena Bandung bisa dianggap sebagai ibu kota industri tekstil Indonesia, dimana 70 persen industri tekstil berada di wilayah Bandung dan sekitarnya. Selain itu, Bandung juga merupakan kota yang mendirikan pendidikan tinggi tekstil pertama di Indonesia yang saat ini bernama Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil.

…dst

23 ) Universitas Indonesia Diproyeksikan Jadi Kampus Hijau
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/438599/

Tuesday, 25 October 2011
DEPOK- Selama kurun waktu tiga tahun Universitas Indonesia (UI) telah menanam 90.000 pohon. Upaya menjadikan UI sebagai green campus dilakukan agar kesejukan kampus tetap terjaga. Sebanyak 90 pohon dan bibit baru disebar di seluruh lingkungan kampus seluas 312 hektare. Termasuk relokasi 10 pohon African Baobab dari Subang, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Seluruh pohon raksasa direlokasi untuk menambah kesejukan kawasan kampus.” Kami terus berkomitmen menjadi kampus hijau dengan menanam pohon sesuai dengan program pemerintah,” kata Rektor UI, Gumilar R Somantri di Ruang Media Center UI, Depok, beberapa waktu lalu.

…dst

24 ) Universitas Cendrawasih belum miliki rektor tetap
http://www.antaranews.com/berita/281296/universitas-cendrawasih-belum-miliki-rektor-tetap

Senin, 24 Oktober 2011 12:15 WIB
Jayapura (ANTARA News)- Sejak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melantik Prof DR B. Kambuaya, MBA, menjadi Menteri Lingkungan Hidup pada Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II 19 Oktober lalu di Jakarta, Universitas Cenderawasih (Uncen) Papua, hingga kini belum memiliki rektor tetap.”Saat ini Kampus Uncen belum memiliki rektor tetap,” kata Pelaksana Harian Rektor Uncen yang juga Pembantu Rektor I Bidang Akamedik, Drs Festus Simbiak, M.Pd. Dia mengatakan, belum ada rektor tetap di kampus tertua di Tanah Papua tersebut karena masih menunggu pertemuan antara Prof DR B. Kambuaya dengan Dirjen Perguruan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional di Jakarta, untuk membahas pengisian kursi jabatan rektor yang ditinggalkan Kambuaya.

…dst

25 ) Mahasiswi ITB Jadi Ketua Mahkamah Agung Rusia
http://kampus.okezone.com/read/2011/10/24/373/519749/mahasiswi-itb-jadi-ketua-mahkamah-agung-rusia

Senin, 24 Oktober 2011 19:02 wib
BANDUNG – Dara Permata, salah satu peserta delegasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk Oxford International Model United Nation (OxiMUN) didapuk menjadi Ketua Mahkamah Agung Rusia di Joint Crisis Committee (JCC).Mahasiswi Teknik Industri angkatan 2008 tersebut akan berangkat besok, Selasa 25 Oktober 2011, bersama delapan anggota tim OxiMUN ITB lainnya ke Oxford University, Inggris.Pada acara yang akan berlangsung 28 hingga 30 Oktober 2011, mereka akan beradu argumen dengan 700 mahasiswa dari berbagai kampus di dunia.Dara menjelaskan, JCC dibentuk PBB untuk menangani masalah-masalah krusial yang menyangkut krisis dunia. JCC harus menghasilkan solusi atau putusan dalam waktu secepatnya. “Misalnya, bagaimana mengatasi ancaman perang nuklir,” ujar Dara, dalam jumpa pers tentang terpilihnya delegasi ITB mengikuti OxiMUN 2011, Senin (24/10/2011).

…dst

26 ) 8 Mahasiswa ITB Ikut Model Konferensi PBB di Oxford
http://kampus.okezone.com/read/2011/10/24/373/519548/8-mahasiswa-itb-ikut-model-konferensi-pbb-di-oxford

Senin, 24 Oktober 2011 13:27 wib

BANDUNG – Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali mengirimkan delegasinya untuk mengikuti model konferensi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).Kali ini, delapan mahasiswa ITB dari berbagai jurusan akan berangkat mengikuti Oxford International Model United Nation (OxiMUN), sebuah model konferensi PBB yang dilaksanakan di Oxford University, Inggris pada 28-30 Oktober 2011 mendatang.

…dst

27 ) Dosen Arsitektur UB Ikut Ando Program di Jepang
http://kampus.okezone.com/read/2011/10/24/373/519578/dosen-arsitektur-ub-ikut-ando-program-di-jepang

Senin, 24 Oktober 2011 14:30 wib
MALANG – Dosen Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB) Yusfan Adeputera Yusran, mengikuti Osaka Invitational Program For Short-Term Overseas Trainees In Architecture And Arts 2011 atau yang lebih dikenal dengan Ando Program untuk mempelajari arsitektur Jepang.Yusfan merupakan salah satu dari delapan orang trainee yang berasal dari negara tetangga se-Asia. Ada pun trainee yang mengkuti program tersebut, yakni dua orang dari Indonesia (Jawa Timur dan Bali), satu orang masing-masing dari Thailand, Vietnam, China, Sri Langka, India, dan Nepal.

…dst

28 ) ITS-Hochshule Wismar Jerman Kerja Sama Bidang Kelautan
http://kampus.okezone.com/read/2011/10/24/373/519754/its-hochshule-wismar-jerman-kerja-sama-bidang-kelautan

Senin, 24 Oktober 2011 19:32 wib
SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Hochshule Wismar (Jerman) meresmikan pembukaan program studi bersama Indonesia-Jerman Marine Engineering. Program ini merupakan program studi strata satu (S-1) yang dikembangkan bersama kedua universitas itu. Pembantu Rektor I ITS, Prof Herman Sasongko mengatakan, kerja sama ini untuk berkontribusi pada penguatan sumberdaya maritim yang sangat diperlukan oleh Indonesia maupun secara Internasional.Dengan menggabungkan dua kekuatan dari kedua universitas dan melibatkan Semarang Growth Center (SGC) akan dihasilkan program studi baru yang unggul dengan kualitas internasional dengan lulusan yang langsung dapat diterima secara global.

…dst

29 ) Beasiswa S-2 Program Sains dan Teknologi ASEAN Foundation
http://kampus.okezone.com/read/2011/10/24/368/519584/beasiswa-s-2-program-sains-dan-teknologi-asean-foundation

Senin, 24 Oktober 2011 15:06 wib
JAKARTA – Kabar baik bagi kamu lulusan jurusan sains dan teknologi, sebab kamu bisa melanjutkan studi di The Chulabhorn Graduate Institute (CGI) yang disediakan ASEAN Foundation (AF) di bidang Ilmu Biologi Terapan jurusan Kesehatan Lingkungan, Studi Pencemaran Lingkungan, dan Biokimia.Beasiswa penuh ini memungkinkan kamu untuk kuliah pascasarjana di CGI selama lima tahun secara cuma-cuma, termasuk biaya tiket pesawat, akomodasi, uang saku, uang buku, dan asuransi kesehatan.Jika kamu sudah diterima, kamu akan mengikuti kuliah selama dua tahun, dan akan dinilai untuk kelanjutan beasiswamu. Penasaran bagaimana ketentuan dan syaratnya, berikut yang dikutip dari Scholarization, Senin (24/10/2011):

…dst

30 ) BMW Beri Beasiswa Pendidikan
http://edukasi.kompas.com/read/2011/10/24/19192110/BMW.Beri.Beasiswa.Pendidikan

Senin, 24 Oktober 2011 | 19:19 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Perusahaan produsen mobil mewah BMW, memberikan beasiswa pendidikan bagi mahasiswa pascasarjana.Program yang dinamakan BMW Indonesia Research and Technology Scholarship dan dimulai sejak Agustus 2011 itu, diberikan kepada mahasiswa pascasarjana Universitas Indonesia dan Universitas Paramadina. Pada hari Senin (24/11/2011) ini, Presiden Direktur BMW Indonesia, Ramesh Divyanathan, dan Rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan, menyepakati kerja sama, diikuti dengan penyerahan beasiswa kuliah bagi tiga mahasiswa pascasarjana Universitas Paramadina yakni Dyah Sulistyorini dan Nurfahmi Budianto yang berprofesi sebagai wartawan, serta M Makmun. Beasiswa pendidikan dari BMW ini diberikan untuk mahasiswa berprestasi di berbagai bidang studi.

…dst

31 ) 15 Mahasiswa IPB dapat Beasiswa dari Rabo Bank
http://kampus.okezone.com/read/2011/10/24/373/519681/asyiknya-15-mahasiswa-ipb-dapat-beasiswa

Senin, 24 Oktober 2011 17:04 wib
BOGOR – Sedikitnya 15 mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) menerima beasiswa dari salah satu bank perbankan asing sebagai apresiasi bank tersebut kepada dunia pendidikan.Beasiswa yang diberikan hanya untuk mahasiswa Tingkat Persiapan Bersama dengan jurusan tertentu yang berhak memperoleh beasiswa dari Rabobank yang memang memiliki basis pertanian dan agribisnis ini.Setelah melewati seleksi administrasi, terpilih sebanyak 30 kandidat untuk mengikuti tes wawancara yang dilaksanakan di Student Center IPB.

…dst

32 ) Beasiswa Pemerintah Rusia
7 Mahasiswa Indonesia Menimba Ilmu di Rusia
http://edukasi.kompas.com/read/2011/10/24/11132383/7.Mahasiswa.Indonesia.Menimba.Ilmu.di.Rusia

Senin, 24 Oktober 2011 | 11:13 WIB
LONDON, KOMPAS.com – Sebanyak tujuh mahasiswa baru asal Indonesia, penerima beasiswa pemerintah Rusia tahun ajaran 2011/2012, tiba di Rusia untuk menimba ilmu di negara tersebut. Mereka disambut di KBRI Moskow oleh Persatuan Mahasiswa Indonesia di Rusia.Sekretaris Dua Fungsi Pensosbud KBRI Moskow, Enjay Diana, dalam keterangannya seperti dikutipAntara London, menyebutkan, ketujuh mahasiswa tersebut akan belajar di tiga perguruan tinggi di tiga kota Rusia, yaitu Peoples Friendship University of Russia (RUDN, Moskow, Ulyanov State University, Ulyanovsk, dan Kuban Technological University, Krasnodar.

…dst

33 ) 11 Tips Saat Menghubungi Profesor
http://edukasi.kompas.com/read/2011/10/24/10233418/11.Tips.Saat.Menghubungi.Profesor

Senin, 24 Oktober 2011 | 10:23 WIB
KOMPAS.com – Dalam pengajuan aplikasi beasiswa, ada yang mensyaratkan menyertakan surat pernyataan dari Profesor di universitas yang dituju, baik itu sebagai rekomendator atau dosen pendamping saat melakukan penelitian. Tak sedikit yang mengalami kebingungan, bagaimana cari mencari dosen yang sesuai, kenal saja tidak? Beberapa tips ini mungkin bisa membantu, bagaimana tahapan yang bisa dilakukan untuk “melacak” sang profesor yang sesuai dengan bidang yang ilmu dan universitas yang kita tuju.
1. Cek situs web

…dst

34 ) Siapa Bilang Jadi Perempuan Peneliti Sulit?
http://edukasi.kompas.com/read/2011/10/24/09284017/Siapa.Bilang.Jadi.Perempuan.Peneliti.Sulit

Senin, 24 Oktober 2011 | 09:28 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Kontribusi peneliti perempuan di Indonesia pada perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat internasional saat ini masih minim. Salah satu perempuan peneliti yang memenangi L’Oreal Indonesia National Fellowship for Women in Science 2011, Caecilia Hapsari Ceriaputri Sukowati (31), mengatakan, perlu ditumbuhkan minat dan kesadaran bagi kaum perempuan dalam hal mengembangkan riset-riset penelitian.Menurut dia, angka penelitian di Indonesia harus lebih ditingkatkan lagi agar dapat mendorong perempuan peneliti untuk lebih berani menekuni bidang tersebut.

…dst

35 ) Bahasa Inggris untuk Wilayah Terpencil Indonesia
http://kampus.okezone.com/read/2011/10/24/373/519815/bahasa-inggris-untuk-wilayah-terpencil-indonesia

Senin, 24 Oktober 2011 20:29 wib
JAKARTA – Lembaga bantuan Amerika Serikat (AS) Peace Corps, melakukan kerja sama dengan membuat program pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia. Uniknya, program ini dilakukan oleh relawan AS yang mengajar bahasa Inggris di SMA dan Madrasah.Menurut Deputi Direktur Carrie Hessler-Radelet program bantuan ini sejalan dengan dengan tujuan Peace Corps yang ada selama ini. Perempuan yang sempat tinggal di Indonesia sekira 1991 hingga 1995 ini mengatakan, ada tiga tujuan dari Peace Corps yang menunjukan perdamaian dan persahabatan.

…dst

36 ) Puskesmas Segera Integrasikan Resep Jamu
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/438666/

Tuesday, 25 October 2011
JAKARTA– Pengobatan dokter dengan menggunakan resep jamu akan segera terintegrasi dengan pelayanan kesehatan dasar atau Puskesmas. Saintifikasi jamu atau pembuktian secara ilmiah mengenai khasiat dan manfaat jamu, yang berjalan hampir satu tahun belakangan, hasilnya dinilai baik.”Hasil kajian beberapa ahli farmakologi klinik dan apoteker sudah hampir selesai,”kata Kepala Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik, Litbang Kementerian Kesehatan Siswanto saat dihubungi SINDO kemarin. Siswanto mengungkapkan, saintifikasi jamu dilakukan secara bertahap.Setiap tahunnya dikembangkan uji ilmiah terhadap empat formula jamu, di antaranya tahun ini hampir selesai dalam pengujian,ramuan untuk hipertensi (darah tinggi), hiperurisemia (asam urat), hiperinsulinemia (kelebihan gula darah), dan hiperkolesterol (kelebihan kolesterol)

…dst

Sumber : Milis Evaluasi PS Dikti

Posted in BeritaComments (0)

Seminar Nasional IGI Yogyakarta : Guru Cerdas Profesional Melalui Karya Tulis Ilmiah

Posted in BeritaComments (0)

Kontroversi Ujian Nasional

Sorry, this entry is only available in English

Posted in BeritaComments (0)


Follow openthinksas on Twitter


Advertising



Recent Forum Posts

Related Sites

PHVsPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19hZHNfcm90YXRlPC9zdHJvbmc+IC0gdHJ1ZTwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2FkX2ltYWdlXzE8L3N0cm9uZz4gLSBodHRwOi8vd3d3Lndvb3RoZW1lcy5jb20vYWRzLzEyNXgxMjVhLmpwZzwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2FkX2ltYWdlXzI8L3N0cm9uZz4gLSBodHRwOi8vd3d3Lndvb3RoZW1lcy5jb20vYWRzLzEyNXgxMjViLmpwZzwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2FkX2ltYWdlXzM8L3N0cm9uZz4gLSBodHRwOi8vd3d3Lndvb3RoZW1lcy5jb20vYWRzLzEyNXgxMjVjLmpwZzwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2FkX2ltYWdlXzQ8L3N0cm9uZz4gLSBodHRwOi8vd3d3Lndvb3RoZW1lcy5jb20vYWRzLzEyNXgxMjVkLmpwZzwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2FkX21wdV9hZHNlbnNlPC9zdHJvbmc+IC0gPHNjcmlwdCB0eXBlPVwidGV4dC9qYXZhc2NyaXB0XCI+PCEtLQ0KZ29vZ2xlX2FkX2NsaWVudCA9IFwiY2EtcHViLTcxODAzMzkyNDUzOTQ4MDdcIjsNCi8qIE9wZW5UaGlua1NBUywgMzAweDI1MCwgY3JlYXRlZCA4LzE5LzEwICovDQpnb29nbGVfYWRfc2xvdCA9IFwiMzAzNjU0Mzk5MFwiOw0KZ29vZ2xlX2FkX3dpZHRoID0gMzAwOw0KZ29vZ2xlX2FkX2hlaWdodCA9IDI1MDsNCi8vLS0+DQo8L3NjcmlwdD4NCjxzY3JpcHQgdHlwZT1cInRleHQvamF2YXNjcmlwdFwiDQpzcmM9XCJodHRwOi8vcGFnZWFkMi5nb29nbGVzeW5kaWNhdGlvbi5jb20vcGFnZWFkL3Nob3dfYWRzLmpzXCI+DQo8L3NjcmlwdD48L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19hZF9tcHVfZGlzYWJsZTwvc3Ryb25nPiAtIGZhbHNlPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fYWRfbXB1X2ltYWdlPC9zdHJvbmc+IC0gaHR0cDovL29wZW50aGlua2xhYnMuY29tL2ltYWdlcy93b3Jrc2hvcF9saXN0LmdpZjwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2FkX21wdV91cmw8L3N0cm9uZz4gLSBodHRwOi8vd29ya3Nob3Aub3BlbnRoaW5rbGFicy5jb20vPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fYWRfdG9wX2Fkc2Vuc2U8L3N0cm9uZz4gLSA8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19hZF90b3BfZGlzYWJsZTwvc3Ryb25nPiAtIHRydWU8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19hZF90b3BfaW1hZ2U8L3N0cm9uZz4gLSBodHRwOi8vd3d3Lndvb3RoZW1lcy5jb20vYWRzLzQ2OHg2MGEuanBnPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fYWRfdG9wX3VybDwvc3Ryb25nPiAtIGh0dHA6Ly93d3cud29vdGhlbWVzLmNvbTwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2FkX3VybF8xPC9zdHJvbmc+IC0gaHR0cDovL3d3dy53b290aGVtZXMuY29tPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fYWRfdXJsXzI8L3N0cm9uZz4gLSBodHRwOi8vd3d3Lndvb3RoZW1lcy5jb208L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19hZF91cmxfMzwvc3Ryb25nPiAtIGh0dHA6Ly93d3cud29vdGhlbWVzLmNvbTwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2FkX3VybF80PC9zdHJvbmc+IC0gaHR0cDovL3d3dy53b290aGVtZXMuY29tPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fYWx0X3N0eWxlc2hlZXQ8L3N0cm9uZz4gLSBncmVlbi5jc3M8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19hdXRob3I8L3N0cm9uZz4gLSB0cnVlPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fYXV0b19pbWc8L3N0cm9uZz4gLSBmYWxzZTwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2N1c3RvbV9jc3M8L3N0cm9uZz4gLSA8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19jdXN0b21fZmF2aWNvbjwvc3Ryb25nPiAtIDwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2ZlYXR1cmVkX2NhdGVnb3J5PC9zdHJvbmc+IC0gTmV3czwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2ZlYXRfZW50cmllczwvc3Ryb25nPiAtIDQ8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19mZWVkYnVybmVyX2lkPC9zdHJvbmc+IC0gT3BlblRoaW5rU0FTPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fZmVlZGJ1cm5lcl91cmw8L3N0cm9uZz4gLSBodHRwOi8vZmVlZHMuZmVlZGJ1cm5lci5jb20vT3BlbnRoaW5rU0FTPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fZ29vZ2xlX2FuYWx5dGljczwvc3Ryb25nPiAtIDwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2hvbWU8L3N0cm9uZz4gLSB0cnVlPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29faG9tZV90aHVtYl9oZWlnaHQ8L3N0cm9uZz4gLSA1NzwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2hvbWVfdGh1bWJfd2lkdGg8L3N0cm9uZz4gLSAxMDA8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19pbWFnZV9zaW5nbGU8L3N0cm9uZz4gLSBmYWxzZTwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2xvZ288L3N0cm9uZz4gLSBodHRwOi8vc2FzLm9wZW50aGlua2xhYnMuY29tL3dwLWNvbnRlbnQvd29vX3VwbG9hZHMvNS1sb2dvX3dpdGhfdGV4dF9zYXMucG5nPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fbWFudWFsPC9zdHJvbmc+IC0gaHR0cDovL3d3dy53b290aGVtZXMuY29tL3N1cHBvcnQvdGhlbWUtZG9jdW1lbnRhdGlvbi9nYXpldHRlLWVkaXRpb24vPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fcmVzaXplPC9zdHJvbmc+IC0gdHJ1ZTwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX3Nob3J0bmFtZTwvc3Ryb25nPiAtIHdvbzwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX3Nob3dfY2Fyb3VzZWw8L3N0cm9uZz4gLSBmYWxzZTwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX3Nob3dfdmlkZW88L3N0cm9uZz4gLSBmYWxzZTwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX3NpbmdsZV9oZWlnaHQ8L3N0cm9uZz4gLSAxODA8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19zaW5nbGVfd2lkdGg8L3N0cm9uZz4gLSAyNTA8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb190YWJzPC9zdHJvbmc+IC0gZmFsc2U8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb190aGVtZW5hbWU8L3N0cm9uZz4gLSBHYXpldHRlPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fdXBsb2Fkczwvc3Ryb25nPiAtIGE6Mzp7aTowO3M6NzY6Imh0dHA6Ly9zYXMub3BlbnRoaW5rbGFicy5jb20vd3AtY29udGVudC93b29fdXBsb2Fkcy81LWxvZ29fd2l0aF90ZXh0X3Nhcy5wbmciO2k6MTtzOjc2OiJodHRwOi8vc2FzLm9wZW50aGlua2xhYnMuY29tL3dwLWNvbnRlbnQvd29vX3VwbG9hZHMvNC1sb2dvX3dpdGhfdGV4dF9zYXMucG5nIjtpOjI7czo3MjoiaHR0cDovL3Nhcy5vcGVudGhpbmtsYWJzLmNvbS93cC1jb250ZW50L3dvb191cGxvYWRzLzMtbG9nb193aXRoX3RleHQuanBnIjt9PC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fdmlkZW9fY2F0ZWdvcnk8L3N0cm9uZz4gLSBOZXdzPC9saT48L3VsPg==