Archive | News

(indonesia) Berita Edukasi, 05 November 2011

Sorry, this entry is only available in indonesia.

Posted in NewsComments (0)

(indonesia) Berita Edukasi, 26 Oktober 2011

1 ) Sebelum Lulus Mahasiswa Wajib Magang
http://www.jpnn.com/read/2011/10/25/106605/Sebelum-Lulus-Mahasiswa-Wajib-Magang-

Selasa, 25 Oktober 2011 , 22:21:00
JAKARTA – Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) bidang Pendidikan, Musliar Kasim mengatakan, pihaknya akan melakukan penyesuaian kurikulum pendidikan. Ini terkait tingginya angka pengangguran dari lulusan pendidikan tinggi.Diakui, lulusan pendidikan tinggi setelah masuk ke dunia kerja ternyata tidak sesuai atau tidak cocok dengan kebutuhan industri/dunia usaha. Sehingga harus kembali menempuh pendidikan dan tentunya memerlukan waktu. “Untuk itu, akan ada penyesuaian kurikulum. Tidak perlu merombak total, mungkin hanya mengubah arah saja. Dokter misalnya, setelah lulus jadi dokter ikut program intensif di rumah sakit selama satu tahun, dulu namanya PTT. Masuk ke rumah sakit untuk mempelajari bagaimana mengelola pasien. Tapi itu kan menambah masa studi, mestinya hal itu dilaksanakan dalam masa kuliah,” ungkap Musliar di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Selasa (25/10).

…dst

2 ) Gaji Peneliti Lebih Rendah, Menristek Bilang “Terima Sajalah”
http://edukasi.kompas.com/read/2011/10/25/12313952/Gaji.Peneliti.Lebih.Rendah.Menristek.Bilang.Terima.Sajalah

Selasa, 25 Oktober 2011 | 12:31 WIB
BANDUNG, KOMPAS.com — Menteri Riset dan Teknologi meminta gaji peneliti yang dikabarkan lebih rendah dari gaji guru sekolah dasar tidak terlalu dipermasalahkan. Dia mengharapkan kesejahteraan peneliti akan meningkat seperti guru yang juga meningkat seiring waktu. “Terima sajalah,” kata Menristek Gusti Muhammad Hatta seusai membuka International Seminar on Current Research Progress in Science and Technology di Hotel Novotel, Selasa (25/10/2011).Sambil berseloroh, Hatta malah berkata bahwa gaji menteri lebih rendah dibandingkan peneliti sambil menambahkan dia pernah menerima gaji Rp 12.000 pada tahun 1980-an. Namun, dia segera menjelaskan secara serius bahwa kesejahteraan peneliti akan diupayakan pemerintah meski bakal secara perlahan.

…dst

3 ) 474 Lembaga Riset Tanpa Koordinasi
http://cetak.kompas.com/read/2011/10/26/05063355/474.lembaga.riset.tanpa.koordinasi

26 Oktober 2011
Jakarta, Kompas – Indonesia memiliki 474 lembaga riset atau penelitian yang tersebar di sejumlah perguruan tinggi, kementerian, dan lembaga penelitian non-kementerian. Mestinya, dengan jumlah lembaga penelitian yang sangat melimpah, Indonesia bisa maju pesat di berbagai bidang. Namun, kenyataannya, lembaga-lembaga penelitian tersebut berjalan sendiri- sendiri dan tanpa koordinasi.Lembaga penelitian di kementerian, misalnya Pusat Penelitian Air Kementerian Pekerjaan Umum, Pusat Penelitian Pertanian, dan Pusat Penelitian Kehutanan. Perguruan tinggi juga memiliki pusat penelitian dengan fokus yang hampir sama.Adapun pusat penelitian non-kementerian ada tujuh lembaga, di bawah Kementerian Riset dan Teknologi. Ketujuh lembaga itu adalah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Badan Tenaga Nuklir Nasional, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional, Badan Pengawas Tenaga Nuklir, dan Badan Standardisasi Nasional.

…dst

4 ) Menristek: Akan Dicari Celah Tingkatkan “Reward” Peneliti
http://edukasi.kompas.com/read/2011/10/25/16082898/Menristek.Akan.Dicari.Celah.Tingkatkan.Reward.Peneliti

Selasa, 25 Oktober 2011 | 16:08 WIB
BANDUNG, KOMPAS.com — Kementerian Riset dan Teknologi mencoba mencari celah untuk memberikan dan meningkatkan penghargaan ataureward bagi para peneliti di Tanah Air. Hal itu dikatakan Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta seusai membuka acara “International Seminar on Current Research Progress in Science and Technology” di Hotel Novotel Bandung, Selasa (25/10/2011). “Kita mencoba mencari celah-celah untuk meningkatkan reward bagi peneliti,” kata Hatta. Ia mengatakan, penghargaan bagi peneliti di Indonesia tidak harus diartikan sebagai materi semata. “Reward itu tidak mesti duit terus. Reward itu kan bisa diartikan sebagai berkesempatan ke luar negeri untuk meneliti atau lainnya,” ujarnya.

…dst

5 ) Indonesia Kekurangan Peneliti
http://www.jpnn.com/read/2011/10/25/106599/Indonesia-Kekurangan-Peneliti-

Selasa, 25 Oktober 2011 , 20:08:00
JAKARTA–Bangsa Indonesia ternyata masih tertinggal jauh dibandingkan negara luar. Khususnya dalam hal riset dan penelitian untuk penemuan ilmu-ilmu baru. Hal ini disampaikan Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan dalam acara pengukuhan Dr. Adi Santoso, M.Si sebagai profesor riset oleh Majelis Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Selasa (25/10). “”Harus diakui, kita memang masih ketinggalan jauh dari negara luar. Makanya saya berharap supaya dengan adanya pengukuhan profesor riset ini bisa terus mengembangkan ilmunya. Jadi ini bukan akhir, tapi awal untuk berkarya,” ujar Zulkifli usai acara pengukuhan.Ia menyebut banyak contoh yang menujukkan Indonesia jauh tertinggal. Di antaranya seperti pengembangan teknologi tanaman. “Misalkan bambu. Di kita hanya ukuran kecil. Tapi di Cina sana ukurannya sebesar pohon kelapa,” tuturnya.Kata dia, indikator kemajuan suatu negara juga bisa diukur dari kemajuan riset. Semakin banyak riset yang dilakukan. Maka semakin maju pula pembangunan di negara tersebut. Sebaliknya, jika minim riset yang dilakukan, maka akan membuat negara tersebut semakin tertinggal.

…dst

6 ) Profesor Riset
Indonesia Tidak Punya Visi Riset
http://edukasi.kompas.com/read/2011/10/25/18060836/Indonesia.Tidak.Punya.Visi.Riset

Selasa, 25 Oktober 2011 | 18:06 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Selama negara atau Pemerintah Indonesia tidak punya visi pembangunan yang berdasarkan pada riset, tidak cuma hasil-hasil riset yang bakal terpinggirkan. Kesejahteraan periset di negeri ini pun tak teperhatikan. “Di semua sektor kebijakan dan kehidupan, kita abai soal riset. Di bidang pendidikan pun, kebijakan pendidikan tidak berdasar riset dan data. Pemerintah yang mesti mengambil langkah politik untuk mengembalikan riset pada fungsinya. Dengan demikian, keberadaan periset juga akan dianggap penting, termasuk perhatian pada kesejahteraan mereka,” kata anggota Komisi X DPR, Dedi S Gumelar, di Jakarta, Selasa (25/10/2011).

…dst

7 ) Lulusan Geografi Minim, Kebutuhan Ahli Tak Terpenuhi
http://edukasi.kompas.com/read/2011/10/25/17434655/Lulusan.Geografi.Minim.Kebutuhan.Ahli.Tak.Terpenuhi

Selasa, 25 Oktober 2011 | 17:43 WIB
YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Lulusan program studi geografi masih sedikit sehingga belum dapat memenuhi kebutuhan tenaga ahli di bidang tersebut. Hal itu dikatakan Dekan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Suratman, di sela-sela pertemuan jaringan Center of Natural Resources Development (CNRD), di Yogyakarta, Selasa (25/10/2011). “Dari sekitar 500-an perguruan tinggi di Indonesia, baru sekitar 27 perguruan tinggi yang memiliki program studi geografi,” katanya. Menurut dia, setiap perguruan tinggi di Indonesia idealnya memiliki satu program studi geografi. Dengan demikian, mampu memenuhi kebutuhan tenaga pengajar, praktisi, dan peneliti geografi.

…dst

8 ) World Space Week, ITB Gelar Pameran Astronomi
http://kampus.okezone.com/read/2011/10/25/373/519983/world-space-week-itb-gelar-pameran-astronomi

Selasa, 25 Oktober 2011 12:06 wib
BANDUNG – Peringatan pekan ruang angkasa sedunia tengah berlangsung, untuk itu, Institut teknologi Bandung (ITB) melalui Himpunan Mahasiswa Astronomi (Himastron) menggelar pameran astronomi.Pameran hasil kerja sama ITB dengan Observatorium Bosscha dan Universe Aweareness (Unawe) tersebut, juga merupakan bagian dari acara Semesta Khatulistiwa yang diadakan dalam rangka maramaikan 60 tahun pendidikan astronomi di Indonesia, serta Dies Natalis Himastron ITB ke-46. Selain pameran, terdapat juga beberapa rangkaian acara lainnya seperti Kuliah Umum Arkeo-Astronomi, Astro Kids, dan Observasi Malam.Ketua Pelakasana Zainuddin mengatakan, tujuan acara tersebut adalah untuk memasyarakatkan ilmu astronomi dan membuka mata masyarakat pada semesta, serta menunjukkan perkembangan astronomi di Indonesia selama 60 tahun ini.

…dst

9 ) UGM Pimpin Konsorsium Internasional
http://kampus.okezone.com/read/2011/10/25/373/520308/ugm-pimpin-konsorsium-internasional

Selasa, 25 Oktober 2011 19:07 wib
YOGYAKARTA – Seperti yang kita tahu, berbagai wilayah di dunia tengah dilanda krisis energi, keterbatasan pasokan air, hingga ancaman tata ruang dan wilayah yang dieksplor terlalu berebihan.Dengan kondisi tersebut maka pengelolaan sumberdaya alam secara lebih efisien dan berkelanjutan mendesak dilakukan dengan melibatkan banyak pihak. Untuk itu Hal inilah yang menjadi salah satu fokus pembahasan dalam pertemuan Center for Natural Resources and Development (CNRD) di UGM, Selasa (25/10/2011).CNRD sendiri merupakan program networking dari konsorsium 11 universitas dari benua Amerika latin, Eropa, Asia dan Afrika yang bergerak di bidang kajian dan pengelolaan
sumberdaya alam. UGM merupakan satu-satunya perwakilan Indonesia dalam network tersebut.

…dst

10 ) UI-Universiti Kebangsaan Malaysia Kolaborasi Riset
http://kampus.okezone.com/read/2011/10/25/373/520073/ui-universiti-kebangsaan-malaysia-kolaborasi-riset

Selasa, 25 Oktober 2011 13:32 wib
BANDUNG – Universitas Indonesia (UI) dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) melakukan kerja sama di bidang riset sains dan teknologi. Bentuk kolaborasi itu dijalin lewat International Seminar Riset on Current Research Progress in Science and Technology (ISSTech) 2011. Acara tersebut digelar di Hotel Novotel Bandung, Jawa Barat, Selasa (25/10/2011) dan akan berlangsung hingga Rabu 26 Oktober 2011. Hadir sebagai pembuka seminar, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Gusti Muhammad Hatta.Ketua Panitia ISSTech 2011 Abdul Haris mengatakan, seminar bertujuan menjalin kerja sama antara dua negara bertetangga, yakni Indonesia dan Malaysia. Abdul menjelaskan, seminar merupakan rangkaian dari kegiatan joint-seminar antar Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA UI) dan Fakulti Sains dan Teknology UKM.

…dst

11 ) Perempuan Peneliti
Caecilia, Meneliti Melawan Kanker Hati
http://edukasi.kompas.com/read/2011/10/25/09425324/Caecilia.Meneliti.Melawan.Kanker.Hati

Selasa, 25 Oktober 2011 | 09:42 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Penelitian tentang sel punca atau stem cell telah lama dikenal di dunia biologi sel. Namun baru akhir dekade ini, penggunaan sel punca diketahui dapat digunakan untuk terapi berbagai macam penyakit yang tidak dapat disembuhkan, salah satunya adalah kanker hati. Caecilia Hapsari Ceriaputri Sukowati (31), peneliti Lembaga Ejkman, adalah salah satu peneliti perempuan yang menggeluti bidang tersebut. Menurut, perempuan kelahiran Curup, 9 April 1980 ini, kanker hati adalah jenis kanker nomor lima di dunia, dan penyebab kematian urutan ke tiga di Asia.

…dst

12 ) UGM Jalin Kerja Sama Joint Degree Bareng Cologne University
http://kampus.okezone.com/read/2011/10/25/373/520313/ugm-jalin-kerja-sama-joint-degree-bareng-cologne-university

Selasa, 25 Oktober 2011 08:03 wib
YOGYAKARTA – Universitas Gajah Mada (UGM) mengembangkan program join degree dengan Cologne University. Program tersebut difokuskan bagi mahasiswa S-2 jurusam Perencanaan Pengelokaan Pesisir dan Daerah Aliran Sungai (MPPDAS). Hal tersebut diungkapkan oleh Dekan Fakultas Geografi, Suratman. Dia mengatakan, dari program networking Center for Natural Resources and Development (CNRD), UGM juga mengirimkan dosen untuk mengajar ke negara partner antara lain ke Mexico, Brazil, Nepal, Vietnam dan Jerman.”Kita bisa mengirim dosen untuk mengajar negara mitra maupun bagi mahasiswa S2 dan S3 untuk ambil mata kuliah dan penelitian di sana,” tutur Suratman, dikutip situs UGM Rabu (26/10/2011).

…dst

13 ) Kampus HSW Jerman Buka Kelas di ITS
http://edukasi.kompas.com/read/2011/10/25/10061698/Kampus.HSW.Jerman.Buka.Kelas.di.ITS

Selasa, 25 Oktober 2011 | 10:06 WIB
SURABAYA, KOMPAS.com – Hochschule Wismar (HSW), salah satu kampus di Jerman, memastikan kerjasama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Senin (24/10/2011). Kedua kampus negeri di dua negara ini membuka kelas kolaborasi dalam program marine engineering. Program ini merupakan program pendidikan unggulan khusus di bidang teknologi maritim atau kelautan. Marine engineering ini merupakan kelas baru bertaraf internasional tingkat S1 yang dibuka di ITS. “Tahun ini sudah ada 23 mahasiswa. Semua kita seleksi sangat ketat. Pendidikan kolaboratif antara ITS dan HSW Jerman ini untuk mendapat akselerasi teknologi di bidang kelautan dan perkapalan,” kata Pembantu Rektor I ITS Prof Herman Sasongko.

…dst

14 ) Unsoed Gelar Seminar Internasional Bahasa dan Sastra Jepang
http://edukasi.kompas.com/read/2011/10/25/1349015/Unsoed.Gelar.Seminar.Internasional.Bahasa.dan.Sastra.Jepang

Selasa, 25 Oktober 2011 | 13:49 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Menyambut ulangtahunnya yang ke-48, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto menyelenggarakan seminar internasional bertajuk Strategi Pembelajaran Bahasa Jepang di Sekolah Menengah & Perguruan Tinggi di Indonesia.Hadir sebagai pembicara utama adalah Prof. Ban Noriko (Nanzan University) dan Prof. Miyazaki Satoshi (Waseda University).Selain itu, sejumlah pemakalah juga akan tampil untuk membahas strategi pembelajaran linguistik (murni dan terapan), sastra dan budaya Jepang, keterampilan berbahasa Jepang, serta disain kurikulum.

…dst

15 ) Unwim Kini Lebih Efisien
http://www.pikiran-rakyat.com/node/163191
Selasa, 25/10/2011 – 16:27

SUMEDANG, (PRLM).- Pengelolaan kampus Universitas Winaya Mukti (Unwim) kini dinilai lebih efisien, menyusul keberhasilan sejumlah kalangan dan simpatisan mempertahankan eksistensi perguruan tinggi bersangkutan. Bahkan kini mereka sudah mampu merekrut tenaga baru dan mempeoleh banyak mahasiswa baru pada tahun ajaran akhir 2011 ini. Pembantu Rektor II Unwim, Hudaya, senada dosen senior yang mantan rektor, Endang Sufiadi, di Kampus Fakultas Pertanian, Kec. Tanjungsari, Kab. Sumedang, Selasa (25/10) mengatakan, dengan jumlah personel 47 orang serta biaya gaji personel total sekitar Rp 51 juta, operasional Unwim dirasakan jauh terfokus.

…dst

16 ) Kemdikbud Belum Siap Urusi Budaya
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/10/26/164093/Kemdikbud-Belum-Siap-Urusi-Budaya

26 Oktober 2011
JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dinilai belum siap mengurusi bidang kebudayaan. Pasalnya, belum ada perencanaan yang matang untuk menyinergikan antara pendidikan dengan kebudayaan.Ketidaksiapan itu akan berdampak pada tidak efektifnya kinerja Kemdikbud, khususnya bidang kebudayaan, karena sampai saat ini pemerintah belum mengajukan usulan anggaran untuk bidang kebudayaan.”Saya lihat visi besar itu juga belum terwujud dalam sebuah perencanaan yang matang, perpaduannya saya belum melihat,” kata Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PKS Komisi X DPR RI Raihan Iskandar, di Jakarta, kemarin. Menurutnya, banyak kalangan berharap dengan perpaduan antara pendidikan dengan kebudayaan tersebut akan dapat meningkatkan pendidikan karakter peserta didik, demi kemajuan Bangsa Indonesia. Pendidikan dan kebudayaan adalah dua hal yang sangat menentukan nasib, karakter, serta jati diri bangsa ke depan. Dia menyesalkan, karena sampai dengan rapat kerja antara Kemdikbud dan Komisi X yang dilaksanakan Senin (24/10), Kemdikbud belum memiliki ancer-ancer anggaran untuk mengurusi kebudayaan.

…dst

17 ) Jabatan Wamendikbud Dinilai Boros Anggaran
http://www.jpnn.com/read/2011/10/25/106598/Jabatan-Wamendikbud-Dinilai-Boros-Anggaran-

Selasa, 25 Oktober 2011 , 19:59:00
JAKARTA—Anggota Komisi X DPR RI, Rohmani mengatakan, posisi jabatan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) bidang kebudayaan dinilai tidak efektif jika hanya membawahi satu Direktorat Jenderal (Ditjen) kebudayaan. Menurutnya, hal ini pemborosan anggaran di badan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).”Ketika Mendikbud menjelaskan bahwa Wamendikbud bidang Kebudayaan hanya membawahi satu Ditjen saja, itu kami rasa tidak efektif. Kalau seperti itu, tidak usah ada Wamendikbud bidang kebudayaan,” terangnya di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (25/10).Awalnya, lanjut Rohmani, pihaknya sangat mengapresiasi penggabungan kebudayaan dengan pendidikan. Dikatakan, memang sudah seharusnya kebudayaan harus dibangun dan dilestarikan melalui media pendidikan. “Tapi kalau hanya bersifat tempelan , pindah memindah begini saja, tidak ada gunanya,” tukasnya.

…dst

18 ) “Kolaborasi” Pendidikan-Kebudayaan Harus Beri Harapan Baru
http://edukasi.kompas.com/read/2011/10/25/17101385/.Kolaborasi.Pendidikan-Kebudayaan.Harus.Beri.Harapan.Baru

Selasa, 25 Oktober 2011 | 17:10 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Kembalinya urusan kebudayaan di bawah naungan Kementerian Pendidikan harus memberikan harapan baru. Penggabungan ini harus ditekankan pada pembentukan karakter bangsa. Hal itu dikatakan sejumlah anggota Komisi X DPR asal Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Selasa (25/10/2011), di Gedung DPR, Jakarta.Anggota Komisi X Reyhan Iskandar menilai, keputusan penggabungan pendidikan dan kebudayaan dalam satu kementerian menunjukkan ada hal yang memang harus dibenahi.

…dst

19 ) Pergantian Kemendiknas Jadi Kemendikbud Langkah Tepat
http://kampus.okezone.com/read/2011/10/25/373/520157/pergantian-kemendiknas-jadi-kemendikbud-langkah-tepat

Selasa, 25 Oktober 2011 15:32 wib
JAKARTA – Keputusan pemerintah mengganti nama Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) menjadi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dinilai sebagai langkah yang tepat.Hal itu diungkapkan oleh Dewan Penyantun Universitas Pancasila (UP) Agum Gumelar. Menurut Agum, budaya dan pendidikan memang memiliki relevansi. Apalagi, kata dia, yang membedakan antara satu bangsa dan bangsa lainnya adalah latar belakang budaya.”Karena adanya relevansi yang kuat, biarkan budaya itu lestari. Dengan adanya pendidikan bangsa dan budaya, kita bisa membedakan pola pikir suatu bangsa,” tutur Agum usai Upacara Wisuda Universitas Pancasila (UP) di Jakarta Convention Center (JCC), Selasa (25/10/11).

…dst

20 ) Bogi Power Car UNY Raih Juara Umum Pertama di KMLI III
http://kampus.okezone.com/read/2011/10/25/373/520053/bogi-power-car-uny-raih-juara-umum-pertama-di-kmli-iii

Selasa, 25 Oktober 2011 12:29
JAKARTA – Mobil listrik hasil karya mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali dikukuhkan sebagai juara umum dalam Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) III.Kompetisi yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tingggi (Dikti) tersebut berlangsung di Politeknik Negeri Bandung pada 21-23 Oktober lalu. Dalam kompetisi tersebut, 11 mobil listrik karya mahasiswa dari seluruh Nusantara berlomba untuk menjadi yang terbaik.Tim UNY yang mengikuti kompetisi ini merupakan gabungan dari mahasiswa Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA).

…dst

21 ) Mahasiswi UMY Jadi Perwakilan Sail Wakatobi-Belitong 2011
http://kampus.okezone.com/read/2011/10/25/373/520293/mahasiswi-umy-jadi-perwakilan-sail-wakatobi-belitong-2011

Selasa, 25 Oktober 2011 18:03 wib
JAKARTA – Kartini, mahasiswi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) terpilih menjadi Duta Wisata dalam ajang Sail Wakatobi-Belitong (SWB) mewakili daerah asalnya, Maluku.Mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi ini mengaku senang dan bangga atas kesempatan yang diraihnya. Menurut Kartini, banyak pengalaman dan pelajaran tentang kebaharian yang didapatnya melalui ajang tersebut.Sebelum akhirnya terpilih menjadi perwakilan Maluku, ada sejumlah seleksi yang harus dilalui oleh Kartini.

…dst

22 ) Hujan Buatan Atasi Krisis Listrik
http://cetak.kompas.com/read/2011/10/26/03354599/hujan.buatan.atasi.krisis.listrik

26 Oktober 2011
TEKNOLOGI REKAYASA
MAKASSAR, KOMPAS – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi mengguyur kawasan Daerah Aliran Sungai Mamasa, Sulawesi Barat, dengan hujan buatan, Selasa (25/10). Tindakan itu diharapkan dapat mengatasi minimnya debit air ke Pembangkit Listrik Tenaga Air Bakaru di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, akibat musim kemarau, dua bulan terakhir…cut…Tim BPPT akan menaburkan 10 ton garam dapur untuk merangsang pertumbuhan awan- awan pembentuk hujan.

…dst

23 ) Mahasiswa RI di Cina Terus Meningkat
http://www.pikiran-rakyat.com/node/163136

Selasa, 25/10/2011 – 07:08
JAKARTA, (PRLM).- Jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar ke Cina diperkirakan terus meningkat. Hal itu terkait dengan kesempatan yang diberikan oleh sejumlah perguruan tinggi di negeri tersebut yang memberikan kesempatan kepada mahasiswanya untuk magang atau praktik kerja ke perusahaan-perusahaan terkemuka.”Sebagai contoh, mahasiswa Indonesia yang kuliah di Shenyang Aerospace University (SAU) Cina mengunjungi pabrik pembuatan mobil BMW Billian Automotive Ltd dan pabrik Pesawat terbang Shenyang AIrcraft Cooperation (SAC) di Kota Shenyang ibukota provinsi Liaoning Cina yang akan menjadi tempat mereka untuk magang kerja,” kata Direktur Beijing Language & Culture Institute (BLCI), Samuel Wiyono di Jakarta, Senin (24/10).Dikatakan, SAU yang merupakan universitas pemerintah dengan multidisiplin berdiri sejak 1952 di Shenyang, ibukota provinsi Liaoning, Cina. Perguruan tinggi ini, selain memberikan kesempatan magang kerja, SAU juga menawarkan uang kuliah yang terjangkau misalnya uang kuliah gelar S1 dengan menggunakan pengantar bahasa Inggris.

…dst

24 ) Kampus Swasta Singapura Harus Punya Sertifikat EduTrust
http://kampus.okezone.com/read/2011/10/25/373/520307/kampus-swasta-singapura-harus-punya-sertifikat-edutrust

Selasa, 25 Oktober 2011 18:30 wib
JAKARTA – Jika kamu berniat melanjutkan studimu ke Singapura, pastikan kamu paham mengenai sistem pendidikan tinggi di sana. Satu hal yang perlu kamu ketahui mengenai antara lain Sertifikasi EduTrust. Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan Sertifikasi EduTrust? Seritifikasi EduTrust memungkinkan masyarakat internasional memiliki kepercayaan lebih tinggi pada sistem pendidikan di Singapura. Sejak pertama kali diperkenalkan pada bulan Desember 2009, Skema Sertifikasi EduTrust (EduTrust) telah membantu meningkatkan standar dan akuntabilitas dari lembaga pendidikan swasta (Private Education Institutions/PEI) di Singapura sebagai bagian dari kerangka peraturan dan jaminan kualitas baru bagi sektor pendidikan swasta di negara tersebut.

…dst

25 ) Singapura Jamin Pendidikan Aman dengan “EduTrust”
http://edukasi.kompas.com/read/2011/10/25/12591274/Singapura.Jamin.Pendidikan.Aman.dengan.EduTrust

Selasa, 25 Oktober 2011 | 12:59 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Singapura terus berupaya menggaet pelajar asing untuk melanjutkan studi di negara tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menjaminnya melalui sertifikasi Edu Trust. EduTrust, yang pertama kali dikenalkan pada Desember 2009, merupakan sertifikasi yang dikelola oleh Dewan Pendidikan Swasta Singapura. Sertifikasi tersebut menjamin kualitas kesehatan finansial lembaga pendidikan swasta dan suatu standar dalam pengelolaan layanan pendidikan. Hingga 30 September 2011, tercatat 69 sekolah swasta telah tersertifikasi EduTrust.

…dst

OOT:

26 ) iPad dan Kisah Panjang Mencari Keadilan
http://www.detiknews.com/read/2011/10/26/053641/1752577/10/ipad-dan-kisah-panjang-mencari-keadilan?n991102605

Rabu, 26/10/2011 05:36 WIB
Jakarta – Mendiang Stave Jobs, pendiri Apple yang memproduksi iPad mungkin tidak pernah menyangka bila hasil karyanya bisa memenjarakan orang. Siapa nyana, nampan pintar tersebut membuat Dian dan Rendy harus mendekam dipenjara selama 65 hari sebelum akhirnya mendapatkan udara bebas.Namun, bukan perkara mudah mencari pintu keadilan atas kasus tersebut. Berikut kisah panjang dan berliku tersebut:

…dst

Posted in NewsComments (0)

(indonesia) Berita Edukasi, 25 Oktober 2011

Sorry, this entry is only available in indonesia.

Posted in NewsComments (0)

(indonesia) Seminar Nasional IGI Yogyakarta : Guru Cerdas Profesional Melalui Karya Tulis Ilmiah

Sorry, this entry is only available in indonesia.

Posted in NewsComments (0)

(indonesia) Kontroversi Ujian Nasional

Oleh : Dhitta Puti Sarasvati

  1. Tahukah anda bahwa ada peraturan desa (perdes) yg melarang siswa kelas 6 u/ membersihkan halaman sekolah.
  2. Perdes itu diberlakukan u/ mempersiapkan anak2x kls 6 menghadapi UN. Mereka hny boleh belajar u/ UN.
  3. Yang membersihkan sekolah adalah orang tua dan guru. Siswa kelas 6 cukup belajar saja.
  4. Tahukah anda bahwa banyak guru tidak mau mengajar dengan inovatif dengan alasan, “Ini tidak di-UN-kan?”
  5. Tahukan anda bahwa tdk ada 1 pun negara lain yang menjalankan sistem Ujian Nasional spt halnya di Indonesia?
  6. Tahukah anda bahwa pencipta ujian tertulis pertama terjadi di Cina untuk menyeleksi pegawai?
  7. Tetapi di Cina tidak ada ujian untuk menentukan kelulusan loh.. Ada untuk seleksi masuk PT.
  8. Pak Fasli bilang UN harus dibuat lebih rumit. Lebih rumit bukan berarti lebih bermutu loh?
  9. Kalau siswa SD ditanya mengenai nama enzim-enzim, misalnya, itu rumit, tapi bukan berarti melatih daya pikir.
  10. Tujuan UN dlm dokumen pemerintah, sebagai standar kelulusan, & alat pemetaan.
  11. Malah rencananya mau dijadikan alat penentu masuk PT. Malah mau dijadikan alat ukur masuk PT. Itu konyol.
  12. Cara mendesain ujian u/ alat evaluasi exit exam (kelulusan),&entry exam (masuk PT) itu berbeda sama sekali.
  13. Tahukah anda bahwa di peringkat PISA dan TIMSS indonesai merupakan salah satu negara dengan nilai terendah?
  14. TOEFL bs dikonversi ke IELTS&sebaliknya.Kalau hasil UN dikonversi ke PISA nilai UN = berapa nilai PISA yah?
  15. Apa benar UN mengukur kualitas pendidikan?
  16. Dalam KTSP, kita punya namanya standar kompetensi lulusan (SKL). Apakah UN mengukur itu?
  17. Contoh SKL SMP (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) Mencari& menerapkan informasi secara logis,kritis&kreatif.
  18. Apakah UN mengukur itu? Ternyata tidak saudara-saudara.
  19. Jadi UN itu alat ukur terhadap apa yah?
  20. Yang jelas UN bukan alat ukur untuk menentukan apakah lulusan kita sudah mencapai SKL tersebut.
  21. Ujian, tidak bisa sekaligus untuk pemetaan dan exit exam. Dua itu cara mendesainnya berbeda.
  22. UN u/ memaksa siswa belajar kata birokrat. Asumsinya belajar motivasinya harus ekstrinsik bukan intrinsik
  23. Kalau membuat anak hanya belajar untuk ujian itu tidak akan berkelanjutan
  24. Kalau main Angry Birds kan penasaran untuk terus bisa lebih baik dan naik level. Itu intrinsic motivation.
  25. Kita inginnya anak2x belajar seperti itu. Belajar karena senang bukan karena terpaksa.
  26. Ada Iklan Bimbel besar2xan di koran yg menyatakan kesuksesan siswa masuk PT adalah karena peranan bimbel.
  27. Artinya mereka sudah tidak menganggap sekolah memiliki peran dalam kesuksesan siswa.
  28. Iklannya : Wow Fantastik belasan ribu siswa [Bimbingan tes ini] masuk PT bukti dahsyatnya belajar di BT ini.
  29. Extrinsic motivation memang bisa membuat anak belajar tetapi bukan di level high order thinking.
  30. Semua inovasi pendidikan tidak akan berjalan dengan baik dengan pola UN yang sekarang.
  31. UN mengukur skil yang sudah kuno. Menghitung yang rumit tapi bukan problem solving (kalau di matematika)
  32. UN mengubah tujuan pendidikan menjadi sekedar terampil mengerjakan soal.
  33. Tujuan pendidikan seperti yang tercantum dalam kurikulum malah tidak tercapai.
  34. Sekali lagi UN itu mau mengukur apa sih? Keterampilan dan pengetahuan seperti apa sih?
  35. Di DKI sudah ada larangan bagi sekolah untuk menyelenggarakan bimbingan tes di sekolah.
  36. Bimbingan test [BT] kata yang lebih tepat bukan bimbingan belajar (Bimbel).
  37. U/ mengakalinya,ada sklh mbuat jadwal agar siswa bgantian keluar d jam pelajaran u/ mengikuti bimbingan tes.
  38. Ada sekolah yang mengajarkan higher order thinking skills ke siswanya.
  39. Ternyata bilai mereka lebih rendah dari sekolah yang tidak membiasakan higher order thinking skills.
  40. Di sana anak2x sudah biasa berdiskusi,mcari informasi sendiri,menganalisis literatur,belajar problem solving.
  41. Sekolah yg kualitas belajarnya tdkk bagus nilainya lebih tinggi dr sekolah yg kualitas belajarnya lbh bagus.
  42. Beberapa sekolah siswanya malah sudah bisa mengkritisi soal UN. Kemampuan berpikir kritisnya lebih tinggi.
  43. Cthnya ttg rantai makanan. Kodok dimakan ular. Kagtanya, “Kenapa tdkdimakan sama orang Cina yg makan swike?”
  44. Lah itu sudah bisa analisis, tapi belum tentu nilai UN-nya bagus.
  45. Salah satu tujuan pendidikan kita kan agar anak memiliki kemampuan analisis yang bagus.
  46. Kalau UN tidak bisa mengukur kemampuan analisis siswa lalu apa yang diukur?
  47. Kalau kita ingin siswa kita memiliki kompetensi ttt, tdk masalah brp lamadia mcapai itu yg penting tcapai.
  48. Misalnya kalau tes TOEFL si A nilainya X dengan sekali ujian. B nilainya X setelah berkali2x ujian.
  49. Kompetensinya sama walau B mengulang lebih sering.
  50. Kalaupun mau m’adakan ujian, hrs drancang agar siswa bs berkali2 mengulang sampai dia bisa tanpa terbebani.
  51. Di Swedia tidak ada ujian kelulusan tapi ada ujian u/ mengukur kecakapan siswa dlm berbagai mata pelajaran.
  52. Ujiannya tdk di akhir tahun kelulusan (misalnya tahun ketiga), tapi di tahun kedua.
  53. Siswa boleh mgulang berkali2x selama masa sekolah sampai lulus.
  54. Yang merancang ujian adalah guru, tapi pemerintah bertugas untuk menilai kemampuan guru merancang ujian.
  55. Kalau di Indonesia, guru dirancang untuk tidak terampil membuat soal (berkualitas).
  56. Yang membuat soal hanya orang tertentu, misalnya d tingkat kecamatan. tentunya membuat soal dapat uang dong!
  57. Jadi kenapa sih UN masih dipertahankan?
  58. UN mengukur keterampilan berpikir yang paling rendah.
  59. UN tidak mengukur tercapainya tujuan pembelajaran yang tercantum dalam kurikulum pendidikan.
  60. UN menjadikan sekolah sebiuk berlatih soal. Tentunya bukan kecakapan yg dibutuhkan di abad ini.
  61. Tidak ada satupun negara yang melakukan hal yang sama.
  62. Peringkat literasi dan numerasi kita salah satu yang tersendah di dunia (padahal nilai hasil UN bagus).
  63. Apa sih yang mau dipertahankan?
  64. Siip. Sementara sudah dulu yah saya berkicaunya ttg cerita #Pertemuandgdedengkotpendidikan. Tolong di RT kalau setuju. Thanks b4.

Posted in NewsComments (0)


Follow openthinksas on Twitter


Advertising



Recent Forum Posts

Related Sites

PHVsPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19hZHNfcm90YXRlPC9zdHJvbmc+IC0gdHJ1ZTwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2FkX2ltYWdlXzE8L3N0cm9uZz4gLSBodHRwOi8vd3d3Lndvb3RoZW1lcy5jb20vYWRzLzEyNXgxMjVhLmpwZzwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2FkX2ltYWdlXzI8L3N0cm9uZz4gLSBodHRwOi8vd3d3Lndvb3RoZW1lcy5jb20vYWRzLzEyNXgxMjViLmpwZzwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2FkX2ltYWdlXzM8L3N0cm9uZz4gLSBodHRwOi8vd3d3Lndvb3RoZW1lcy5jb20vYWRzLzEyNXgxMjVjLmpwZzwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2FkX2ltYWdlXzQ8L3N0cm9uZz4gLSBodHRwOi8vd3d3Lndvb3RoZW1lcy5jb20vYWRzLzEyNXgxMjVkLmpwZzwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2FkX21wdV9hZHNlbnNlPC9zdHJvbmc+IC0gPHNjcmlwdCB0eXBlPVwidGV4dC9qYXZhc2NyaXB0XCI+PCEtLQ0KZ29vZ2xlX2FkX2NsaWVudCA9IFwiY2EtcHViLTcxODAzMzkyNDUzOTQ4MDdcIjsNCi8qIE9wZW5UaGlua1NBUywgMzAweDI1MCwgY3JlYXRlZCA4LzE5LzEwICovDQpnb29nbGVfYWRfc2xvdCA9IFwiMzAzNjU0Mzk5MFwiOw0KZ29vZ2xlX2FkX3dpZHRoID0gMzAwOw0KZ29vZ2xlX2FkX2hlaWdodCA9IDI1MDsNCi8vLS0+DQo8L3NjcmlwdD4NCjxzY3JpcHQgdHlwZT1cInRleHQvamF2YXNjcmlwdFwiDQpzcmM9XCJodHRwOi8vcGFnZWFkMi5nb29nbGVzeW5kaWNhdGlvbi5jb20vcGFnZWFkL3Nob3dfYWRzLmpzXCI+DQo8L3NjcmlwdD48L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19hZF9tcHVfZGlzYWJsZTwvc3Ryb25nPiAtIGZhbHNlPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fYWRfbXB1X2ltYWdlPC9zdHJvbmc+IC0gaHR0cDovL29wZW50aGlua2xhYnMuY29tL2ltYWdlcy93b3Jrc2hvcF9saXN0LmdpZjwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2FkX21wdV91cmw8L3N0cm9uZz4gLSBodHRwOi8vd29ya3Nob3Aub3BlbnRoaW5rbGFicy5jb20vPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fYWRfdG9wX2Fkc2Vuc2U8L3N0cm9uZz4gLSA8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19hZF90b3BfZGlzYWJsZTwvc3Ryb25nPiAtIHRydWU8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19hZF90b3BfaW1hZ2U8L3N0cm9uZz4gLSBodHRwOi8vd3d3Lndvb3RoZW1lcy5jb20vYWRzLzQ2OHg2MGEuanBnPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fYWRfdG9wX3VybDwvc3Ryb25nPiAtIGh0dHA6Ly93d3cud29vdGhlbWVzLmNvbTwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2FkX3VybF8xPC9zdHJvbmc+IC0gaHR0cDovL3d3dy53b290aGVtZXMuY29tPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fYWRfdXJsXzI8L3N0cm9uZz4gLSBodHRwOi8vd3d3Lndvb3RoZW1lcy5jb208L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19hZF91cmxfMzwvc3Ryb25nPiAtIGh0dHA6Ly93d3cud29vdGhlbWVzLmNvbTwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2FkX3VybF80PC9zdHJvbmc+IC0gaHR0cDovL3d3dy53b290aGVtZXMuY29tPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fYWx0X3N0eWxlc2hlZXQ8L3N0cm9uZz4gLSBncmVlbi5jc3M8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19hdXRob3I8L3N0cm9uZz4gLSB0cnVlPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fYXV0b19pbWc8L3N0cm9uZz4gLSBmYWxzZTwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2N1c3RvbV9jc3M8L3N0cm9uZz4gLSA8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19jdXN0b21fZmF2aWNvbjwvc3Ryb25nPiAtIDwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2ZlYXR1cmVkX2NhdGVnb3J5PC9zdHJvbmc+IC0gTmV3czwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2ZlYXRfZW50cmllczwvc3Ryb25nPiAtIDQ8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19mZWVkYnVybmVyX2lkPC9zdHJvbmc+IC0gT3BlblRoaW5rU0FTPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fZmVlZGJ1cm5lcl91cmw8L3N0cm9uZz4gLSBodHRwOi8vZmVlZHMuZmVlZGJ1cm5lci5jb20vT3BlbnRoaW5rU0FTPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fZ29vZ2xlX2FuYWx5dGljczwvc3Ryb25nPiAtIDwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2hvbWU8L3N0cm9uZz4gLSB0cnVlPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29faG9tZV90aHVtYl9oZWlnaHQ8L3N0cm9uZz4gLSA1NzwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2hvbWVfdGh1bWJfd2lkdGg8L3N0cm9uZz4gLSAxMDA8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19pbWFnZV9zaW5nbGU8L3N0cm9uZz4gLSBmYWxzZTwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2xvZ288L3N0cm9uZz4gLSBodHRwOi8vc2FzLm9wZW50aGlua2xhYnMuY29tL3dwLWNvbnRlbnQvd29vX3VwbG9hZHMvNS1sb2dvX3dpdGhfdGV4dF9zYXMucG5nPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fbWFudWFsPC9zdHJvbmc+IC0gaHR0cDovL3d3dy53b290aGVtZXMuY29tL3N1cHBvcnQvdGhlbWUtZG9jdW1lbnRhdGlvbi9nYXpldHRlLWVkaXRpb24vPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fcmVzaXplPC9zdHJvbmc+IC0gdHJ1ZTwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX3Nob3J0bmFtZTwvc3Ryb25nPiAtIHdvbzwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX3Nob3dfY2Fyb3VzZWw8L3N0cm9uZz4gLSBmYWxzZTwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX3Nob3dfdmlkZW88L3N0cm9uZz4gLSBmYWxzZTwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX3NpbmdsZV9oZWlnaHQ8L3N0cm9uZz4gLSAxODA8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19zaW5nbGVfd2lkdGg8L3N0cm9uZz4gLSAyNTA8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb190YWJzPC9zdHJvbmc+IC0gZmFsc2U8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb190aGVtZW5hbWU8L3N0cm9uZz4gLSBHYXpldHRlPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fdXBsb2Fkczwvc3Ryb25nPiAtIGE6Mzp7aTowO3M6NzY6Imh0dHA6Ly9zYXMub3BlbnRoaW5rbGFicy5jb20vd3AtY29udGVudC93b29fdXBsb2Fkcy81LWxvZ29fd2l0aF90ZXh0X3Nhcy5wbmciO2k6MTtzOjc2OiJodHRwOi8vc2FzLm9wZW50aGlua2xhYnMuY29tL3dwLWNvbnRlbnQvd29vX3VwbG9hZHMvNC1sb2dvX3dpdGhfdGV4dF9zYXMucG5nIjtpOjI7czo3MjoiaHR0cDovL3Nhcy5vcGVudGhpbmtsYWJzLmNvbS93cC1jb250ZW50L3dvb191cGxvYWRzLzMtbG9nb193aXRoX3RleHQuanBnIjt9PC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fdmlkZW9fY2F0ZWdvcnk8L3N0cm9uZz4gLSBOZXdzPC9saT48L3VsPg==